Wartalive.co.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Tapanuli dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mulai berangsur normal setelah mengalami gangguan distribusi selama sekitar sepekan terakhir, (3/2/2026)
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan bahwa proses pemulihan pasokan dilakukan secara bertahap dan terkendali seiring optimalisasi pola distribusi dari Fuel Terminal (FT) Sibolga.
“Pertamina melakukan pengaturan distribusi secara terukur dan berkelanjutan agar penyaluran BBM ke lembaga penyalur tetap berjalan serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi,” ujar pihak Pertamina dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Baca Juga : Kopi Tubruk Tapsel Diperkenalkan di WEF 2026
Meski pasokan mulai masuk, antrean panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU di Mandailing Natal, khususnya untuk jenis BBM Pertalite. Pantauan di SPBU Pasar Baru Panyabungan dan Aek Galoga menunjukkan antrean sudah terjadi sejak malam hari.
Salah seorang warga yang ikut mengantre mengaku BBM sebenarnya telah masuk ke SPBU sejak tadi malam, namun pendistribusian baru dilakukan pada pagi hari.
“Tadi malam sebenarnya BBM sudah masuk di Pasar Baru dan di Aek Galoga, tapi pembagiannya pagi hari. Jadi saya sudah ngantri dari tadi malam di sini,” ujar Madan.
Kondisi kelangkaan BBM dalam beberapa hari terakhir juga berdampak pada harga eceran di tingkat tidak resmi. Warga menyebutkan harga Pertalite di luar SPBU sempat dijual hingga mencapai Rp25 ribu per liter.
Pertamina Patra Niaga menyatakan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar pasokan dapat merata.(Sry)

