Wartalive.co.id – Pimpinan Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan menggelar diskusi publik bertajuk “Sinergi Kepemimpinan Daerah, TNI, Polri, dan Dunia Usaha dalam Menjaga Kelestarian Alam dan Lingkungan”. Kegiatan ini berlangsung di Kembar Cafe Sitamiang, Jumat (6/2/2026)
Diskusi ini dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan serta menjadi semakin berbobot dengan kehadiran Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.B.A., D.B.A, sebagai salah satu pembicara kunci
Diskusi ini bertujuan untuk menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah daerah dan kaum intelektual muda. Kehadiran Wakil Bupati Jafar Syahbuddin dipandang sebagai bentuk keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa
Baca Juga : Batang Angkola Panen Nila, Teknologi Sederhana Tingkatkan Produksi
​Dalam sambutannya, Ketua PD KAMMI Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan, Lokot Harahap menyampaikan orasi yang penuh semangat mengenai peran strategis mahasiswa. Ia menegaskan bahwa meskipun mahasiswa mungkin tidak memiliki kekuatan finansial yang besar, namun mereka memiliki modal sosial dan energi yang luar biasa untuk mengawal pembangunan daerah pasca bencana
​”Kami sebagai mahasiswa mungkin tidak mempunyai kekuatan ekonomi, tapi kami punya massa, kami punya tenaga. Kami berharap Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Bapak Wakil Bupati dapat melibatkan kami dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi daerah ini,” ujarnya di hadapan para peserta diskusi
Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Jafar dalam paparannya menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah pasca bencana tapsel, khususnya dari sektor pertanian, Ja’far menjelaskan kondisi kritis para petani di Tapsel yang sawahnya terdampak bencana. Upaya normalisasi lahan pertanian diperkirakan membutuhkan biaya yang sangat tinggi
“Sawah kita ada yang tertimbun lumpur pasir hingga dua meter. Biaya normalisasinya mencapai 500 juta rupiah per hektar. Pasirnya harus dikeruk, diberi pupuk, dan didiamkan selama setahun baru bisa ditanam kembali,” ujar Jafar. Kondisi ini menyebabkan para petani kehilangan mata pencaharian selama masa pemulihan tersebut
Lihat Juga : PWRI Asahan Gelar Pengajian Isra Miraj dan Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H
​Melalui pelaksanaan diskusi publik ini, PD KAMMI Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan berharap agar kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial belaka. KAMMI menaruh harapan besar agar butir-butir pemikiran yang lahir dari diskusi ini dapat menjadi bahan pertimbangan nyata bagi kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan ke depan
Selain itu, KAMMI juga berharap acara ini menjadi momentum awal terciptanya kolaborasi berkelanjutan. Dengan adanya dialog langsung bersama Wakil Bupati, diharapkan saluran aspirasi mahasiswa menjadi lebih terbuka, sehingga pemuda dapat berkontribusi aktif secara intelektual maupun aksi nyata dalam mengawal setiap program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat luas (Asrif)

