Wartalive.co.id – Kondisi arus lalu lintas di kawasan Simpang Ringroad Asoka, Medan, terpantau semrawut pada Selasa (31/3). Banyaknya pengendara yang tidak tertib aturan menjadi pemandangan harian yang meresahkan. Pelanggaran didominasi oleh para pengendara sepeda motor yang secara sengaja berhenti melebihi garis marka jalan saat menunggu lampu merah berganti warna.
Fenomena “curi start” dengan berhenti di depan garis berhenti ini menyebabkan penyempitan ruang jalan di area persimpangan. Akibatnya, arus kendaraan dari arah lain yang seharusnya memiliki ruang untuk bermanuver menjadi terhambat. Hal ini menciptakan simpul kemacetan baru yang sebenarnya bisa dihindari jika para pengendara memiliki kesadaran hukum yang tinggi.
Dampak paling nyata dirasakan oleh para pengendara yang datang dari arah Jalan Gagak Hitam menuju Jalan Asoka. Kendaraan yang hendak berbelok ke kiri seringkali tertahan oleh tumpukan sepeda motor yang memakan bahu jalan hingga ke tengah persimpangan. Ruang gerak yang terbatas membuat akses belok menjadi sangat sulit dilalui, terutama bagi kendaraan roda empat.
Baca Juga : Arus Balik Santri Warnai Aktivitas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru
Ronggo, salah satu warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi, mengungkapkan keresahannya terhadap perilaku buruk para pengendara tersebut. Ia menilai tingkat disiplin masyarakat di titik tersebut masih sangat rendah. “Di simpang Ringroad ini banyak sekali lah yang melanggar lalu lintas begitu. Dia berhenti di depan garis lampu merah,” keluh Ronggo saat ditemui di lokasi.
Lebih lanjut, Ronggo menjelaskan bahwa egoisme para pelanggar ini sangat merugikan kenyamanan publik. Para pengendara yang melanggar seolah menutup mata terhadap hak pengguna jalan lain yang ingin melintas sesuai jalur. Hal ini mengakibatkan penumpukan volume kendaraan yang tidak perlu di tengah persimpangan yang padat tersebut.
“Jadi masyarakat lain dari arah Gagak Hitam belok ke Asoka itu sangat terganggu lah karena motor-motor yang melanggar ini. Kita sudah berada di jalur yang benar, tapi akses kita malah ditutup oleh mereka yang tidak taat aturan,” tambah Ronggo dengan nada kecewa melihat kondisi yang terus berulang setiap harinya.
Lihat Juga : Hujan Deras Picu Banjir di Tapanuli Tengah, 400 KK Terdampak
Keadaan semakin diperparah dengan sikap cuek para pelanggar saat diingatkan. Menurut kesaksian warga, teguran berupa suara klakson dari pengendara di belakang seringkali diabaikan begitu saja oleh mereka yang berhenti di depan garis. “Kita klakson pun tidak perduli mereka, cuek saja. Seperti tidak merasa bersalah padahal jelas-jelas menghalangi jalan,” pungkasnya.
Masyarakat berharap adanya pengawasan yang lebih ketat, baik melalui penjagaan personel maupun optimalisasi kamera tilang elektronik (ETLE), agar ketertiban di Simpang Ringroad Asoka dapat kembali pulih. (Febrian)

