Wartalive.co.id – Pelanggaran lalu lintas berupa kendaraan yang melewati garis pembatas jalan atau marka jalan kembali menjadi biang kerok kemacetan dan kecelakaan di sejumlah titik krusial Kota Medan. Aksi “makan jalan” ini membuat arus kendaraan dari arah berlawanan menjadi terganggu dan terhalang, hingga memicu antrean yang mengular.
Berdasarkan pantauan di beberapa titik padat seperti Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Halat, banyak pengendara sepeda motor yang nekat keluar dari jalur seharusnya saat kondisi lalu lintas mulai melambat bahkan sampai menerobos lampu merah.
Alih-alih bersabar, para pengendara ini melewati garis tengah (marka utuh) untuk mendahului. Akibatnya, saat ada kendaraan dari arah berlawanan, ruang jalan menjadi terhambat karena kendaraan yang melanggar tidak bisa kembali ke jalurnya.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Agam, Tidak Berpotensi Tsunami
“Setiap saat begini, mau pagi, siang,sore, dan malam pasti banyak yang melewati garis marka, ada yang tidak sabar nunggu, dan ada yang memang sengaja melakukannya” ucap Sunaryo penjaga parkir di daerah tersebut, (29/12/2025).
Meskipun personel kepolisian dari Satlantas Medan telah disiagakan di persimpangan ini setiap pagi dan sore, upaya penertiban ini seolah membentur tembok tebal. Petugas di lapangan harus bekerja ekstra keras, berdiri di bawah terik matahari dan hujan untuk mengatur ritme kendaraan, namun perilaku pengendara warga Medan dinilai masih sangat sulit untuk ditertibkan.
Pantauan di lokasi menunjukkan fenomena unik sekaligus memprihatinkan. Arus lalu lintas hanya terlihat rapi saat petugas saja. Namun, begitu petugas berpindah titik untuk mengurai kepadatan di sisi lain, para pengendara kembali merangsek maju dan melewati garis pembatas.
“Kalau ada polisi iya mereka tertib, gak melanggar garis, tapi kalau polisinya sudah pergi pasti melanggar lagi, memang sudah dari dirinya sendiri begitu” ucap Sunaryo sebagai penutup.(Febrian)

