Wartalive.co.id – Memimpin daerah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ke depan harus punya kecerdasan dan networking (jaringan) luas ke pemerintah atasan dan harus punya empati atau kemampuan untuk memahami perasaan masyarakat serta anggota atau staf yang dipimpin.
Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunan Purnabakti Aparatur Sipil Negara (PPASN) Kabupaten Tapsel Drs. Marasaud Harahap pada awal sambutan di acara diskusi dalam memberikan saran dan masukan sekaligus membedah visi dan misi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu – Jafar Syahbuddin Ritonga (BAGUSI) di aula Natama Hotel Padangsidimpuan, Selasa (10/9/2024).
Kegiatan diskusi yang diinisiasi Perhimpunan Purnabakti Aparatur Sipil Negara (PPASN) Kabupaten Tapsel dihadiri Paslon Bupati dan Wakil Bupati Tapsel Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin (BAGUSI), Penasehat PPASN Tapsel Syahrul M Pasaribu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapsel M.Rawi Ritonga, Rocky Anugrah Gultom, Ismadi, Ketua PPASN Tapsel Drs. Marasaud Harahap beserta jajaran pengurus, pimpinan Organisasi Petani dari Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Tapsel serta Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Tapsel.
Baca Juga : 28 Tim Siap Ikuti Turnamen Sepak Bola Korpri Antar Pemkab/Pemko se-Sumut 2024
Hadir juga sekira 200 an dari kelompok masyarakat dan organisasi se Tapsel, seperti kelompok ekonomi kreatif dan pemerhati lingkungan, pensiunan ASN Pemkab Tapsel mulai dari mantan pejabat Eselon II, Eselon III dan Eselon IV, mantan Camat, Lurah, Kepala Desa, Kepala Sekolah, pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) seperti Forum Komunikasi Putra-Putri TNI – Polri (FKPPI), Pemuda Panca Marga (PPM) Pemuda Pancasila (PP), Naposo Nauli Bulung (NNB) Tapsel Pujakesuma Tapsel dan ormas lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Calon Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu dan Calon Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, atau dikenal dengan Paslon BAGUSI, setuju atas gambaran yang tercermin dalam diskusi yang digelar oleh PPASN Pemkab Tapsel, tersebut.
” Diskusi ini bertujuan memberi saran dan masukan sekaligus membedah visi dan misi Paslon Bupati dan Wakil Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu – Jafar Syahbuddin Ritonga (BAGUSI), ” ujar Marasaud.
Marasaud menyampaikan, meski mereka telah pensiun, metmreka masih ingin berkontribusi bagi kemajuan Tapsel di masa mendatang, yang merupakan tempat mereka mengabdikan diri hingga bertahun-tahun lamanya
Menurut dia, keberhasilan Tapsel walaupun belum sempurna secara keseluruhan, selama sepuluh tahun mereka bersama Syahrul membangun Tapsel, seperti memindahkan ibukota dari Kota Padangsidimpuan ke Sipirok dengan membangun kantor Bupati yang terpusat dan terintegrasi, termasuk membangun infrastruktur di 15 Kecamatan serta membangun sosial kemasyarakatan sudah dinikmati masyarakat, namun di tiga tahun terakhir ini terjadi perlambatan.
Lihat Juga : Tim Voli Putri Kaltim Kewalahan Imbangi DKI Jakarta
Marasaud berharap jika Gus dan Syahbuddin terpilih nanti memimpin Tapsel, agar tetap kompak sebagaimana dicerminkan Syahrul dengan Rapolo Siregar dan Syahrul dengan Aswin Siregar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapsel ketika 10 tahun memimpin daerah ini.
“ Suasana kekompakan pimpinan ketika itu, membuat kami nyaman bekerja dan selalu didorong menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam memberhasilkan tugas, ” uungkap mantan Kadis Pendidikan dan Asisten III Pemkab Tapsel tersebut.
Sementara, Ketua Pembina PPASN Tapsel, Syahrul M. Pasaribu, mengaku prihatin melihat kondisi Tapsel saat ini. Terjadi perlambatan pembangunan dalam tiga tahun terakhir, banyak hasil pembangunan yang diwujudkan pemerintahan sebelumnya, saat ini rusak akibat terabaikan dan kurang perhatian untuk merawatnya.
Demikian juga capaian-capaian penting yang berdampak pada lajunya pembangunan untuk lebih maju demi peningkatan kesejahteraan rakyat. Seperti perolehan Insentif Fiskal dari pemerintah pusat ke daerah yang minim.
Syahrul yang juga mantan Bupati Tapsel dua periode (2010 – 2015, 2016 – 2021) ini mencontohkan, perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI terhadap pengelolaan keuangan daerah dari tahun 2014 sampai 2020 yang disertai dengan keberhasilan program lainnya, selalu mendapatkan reward berupa Dana Insentif Daerah (DID) yang diberikan tahun 2016 sampai 2022 (penghargaan insentif daerah untuk keberhasilan satu tahun anggaran diberikan dua berikutnya), atau selama tujuh tahun secara berturut.
Bahkan, Pemkab Tapsel di kepemimpinannya pernah meraih dua kali dana insentif daerah dengan kategori Dana Rakca yakni tahun 2017 sebesar Rp.50 miliar lebih dan tahun 2020 sebesar Rp.52 miliar lebih, hadiah atau reward itu diperolehan atas opini WTP yang harus disertai berbagai keberhasilan program pembangunan lainnya.
Baca Juga : Polres Sergai Berhasil Amankan Pelaku Curanmor di Desa Penggalangan
“Dana Insentif Daerah itu sangat betmanfaat, karena menjadi tambahan Pendapatan Daerah di APBD dan digunakan untuk menambah program pembangunan Kabupaten Tapsel, ” kata Syahrul.
Hal-hal seperti inilah yang tidak pernah lagi diperoleh Pemkab Tapsel. Padahal perolehan insentif tersebut dapat menambah jumlah titik pembangunan, yang saat pelaksanaannya mampu menambah jumlah perputaran ekonomi di tengah masyarakat. Sehingga berujung pada percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat.
” Belakangan ini ada penghargaan yang disebut ‘Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan’ yang diprioritaskan untuk Kabupaten. Dari empat Kabupaten di Tabagsel, masing-masing daerah mendapat belasan miliar rupiah, hanya Tapsel yang sekitar Rp6 miliar, ” terang Syahrul.
Saulian Sabbih, mantan Kepala Bappeda dan Asisten II Pemkab Tapsel, juga sedih melihat kondisi nyata Tapsel saat ini yang di banyak sektor terjadi perlambatan. Semisal, peningkatan kesejahteraan rakyat yang antara lain diukur melalui kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Di tahun 2022 dan 2023 rangking IPM Tapsel sudah di bawah Kabupaten Paluta, padahal belasan tahun sebelumnya rangking Tapsel selalu di atas Paluta di 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Ke depan, nilai Saulian, ‘Tapsel Kembali Bangkit’ sebagai jawaban paling tepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Saulian juga menyinggung perkembangan Sipirok sebagai Ibukota Tapsel, yang dalam tiga tahun terakhir ini seharusnya sudah dipacu pembangunannya, mengingat tahun 2020 pembangunan pusat Perkantoran Bupati sudah selesai 95 persen.
” Persoalan pupuk juga menjadi menjadi perhatian serius, karena sering terjadi kelangkakaan dan jikapun ada harganya sangat mahal. Kita bisa mencontohkan bagaimana program subsidi pemerintah Jepang kepada petani, yang sukses meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP), ” terangnya.
Lihat Juga : UIN Syahada Sidimpuan Gelar Workshop Ciptakan Jiwa Wirausaha Bagi Mahasiswa
Tokoh masyatakat Tapsel Amirsyam Rangkuti juga menyinggung persoalan kerusakan parah infrastruktur jalan di tiga tahun terakhir seperti jalan Batu Jomba, koridor jalan utama Bungabondar Sipirok – Arse – SD.Hole sampai Kecamatan Aek Bilah sudah sangat menyiksa warga.
” Belum lagi keluhan-keluhan beragam dari masyarakat di desa-desa pinggiran dan pedalaman Sipirok Narobi yang sering saya kunjungi sejak beberapa tahun belakangan ini, ” sebut mantan Camat Sipirok tersebut.
Menanggapi masukan dari peserta diskusi, Calon Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan, pencalonannya bersama Jafar Syahbuddin Ritonga ini mengusung visi ‘Tapsel yang maju dan berkarakter unggul, sehat, cerdas dan sejahtera menyongsong Indonesia emas 2045’
Visi Paslon Gus dan Syahbuddin (BAGUSI) ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Tapsel dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Propinsi Sumatera Utara serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)
Kemudian visi ini diterjemahkan lewat misi yang terdiri dari lima keutamaan atau disebut Panca Cita. Pertama, perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, sarana air bersih, perluasan listrik desa (PLN), dan jaringan telekomunikasi.
Kedua, peningkatan pendapatan masyarakat, karena mayoritas atau sekitar 75 persen masyarakat Tapsel adalah petani, maka Paslon BAGUSI mengutamakan sektor pertanian sebagai pendorong utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Baca Juga : Dikukuhkan Bupati, Masa Jabatan BPD Mura Sah Menjadi Delapan Tahun
Ketiga, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sehat dan cerdas, antara lain dengan program pelatihan dan pendidikan keahlian (skill) masyarakat, memberikan beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi, dan pelayanan kesehatan gratis, termasuk menggalakkan kegiatan sosial keagamaan.
Keempat, reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Hal ini sangat penting, karena berdasarkan survey yang dilakukan, tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan pemerintahan Tapsel saat ini sangat rendah dan misi kelima adalah, perbaikan sarana prasarana lingkungan permukiman yang asri dan berkelanjutan, yang sasarannya adalah pembangunan sanitasi, MCK dan rumah layak huni atau bedah rumah.
” Program ini akan sangat berdampak signifikan bagi kesehatan, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat Tapsel, ” jelas Gus Irawan Pasaribu yang juga mantan Dirut PT. Bank Sumut tiga periode itu.
Disamping dibutuhkanya pemimpin Tapsel ke depan yang cerdas dan punya networking (jaringan) luas, juga harus punya wisdom dan empati serta berintegritas. Contohnya, kita sangat sedih melihat atlet paralayang Tapsel berangkat ke Pekan Olahrga Nasional (PON) hanya dilepas keluarga.
” Kemana pemerintah Tapsel ?. Bukankah mereka itu putra putri kebanggaan kita, ” tanya Gus Irawan dengan penuh rasa heran.
Lihat Juga : Peran Mahasiswa Sangat Penting Berikan Kontribusi Harkamtibmas Kepada Masyarakat
Sedangkan Calon Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga menambahkan, dalam memimpin daerah sangat diperlukan keserasian dan kekompakan antara Kepala Daerah dengan Wakil Kepala Daerah.
” Bagaimana agar kepemimpinan Tapsel bisa berhasil ?. Kunci utamanya adalah kebersamaan dan keserasian yang berkepanjangan dengan pak Gus, ” tegas Jafar yang juga pengasuh sekaligus pemilik Pesantren Darul Mursyid (PDM) Tapsel.
Usai diskusi, dilanjutkan dengan sesi makan malam bersama dan foto bersama antara Paslon Bupati dan Wakil Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu – Jafar Syahbuddin Ritonga (BAGUSI), dengan peserta diskusi. (Wan)
Editor : Indra Sikoembang

