Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu terus memantau proses pemulihan masyarakat pasca bencana banjir dengan turun langsung menyerahkan bantuan berkelanjutan kepada warga Hunian Tetap (Huntap) Desa Hapesong Baru dan Hunian Sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Jumat (1/5/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga.
Dalam kegiatan tersebut Bupati H. Gus Irawan Pasaribu, didampingi Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapsel Rocky AP Gultom, Ketua Dharma Wanita Persatuan Tapsel Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, Asisten III Trianta, unsur Forkopimcam, Camat, Kepala Desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga : May Day 2026,Tak Hanya Buruh Pabrik, Wartawan Juga Bertaruh Nyawa di Lapangan
Di Huntap Desa Hapesong Baru yang diperuntukkan bagi 227 kepala keluarga (KK), Bupati menyerahkan bantuan kepada 107 KK penghuni.
Sebelumnya, bantuan serupa telah diberikan kepada 120 KK saat serah terima kunci Huntap yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait pada 27 Maret 2026 lalu.
Bantuan yang disalurkan meliputi kompor lengkap dengan regulator dan gas, perlengkapan dapur, kontainer penyimpanan, paket sembako, mie instan, kain sarung, selimut, sajadah, pampers, hingga perlengkapan sekolah bagi anak SD dan SMP.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan mengaku sengaja kembali datang untuk memastikan kondisi masyarakat semakin membaik pasca bencana.
“ Saya sudah lama ingin kembali bertemu warga. Jangan lupa doakan kami agar selalu sehat dan bisa terus melayani masyarakat, ” ujarnya.
Ia menjelaskan, Huntap Hapesong Baru yang merupakan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjadi salah satu kawasan hunian pasca bencana dengan penyelesaian tercepat di Indonesia.
Saat ini seluruh unit rumah telah ditempati warga dengan fasilitas dasar yang terus dilengkapi pemerintah daerah.
Ke depan, Pemkab Tapsel juga merencanakan pembangunan rumah ibadah, area bermain anak melalui koordinasi dengan PKK Provinsi, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang akan dijalankan yakni bantuan kolam bundar bioflok untuk budidaya ikan lele lengkap dengan bibit dan pakan.
Hasil produksi lele tersebut nantinya direncanakan menjadi pemasok kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak PTPN untuk pemanfaatan lahan sawit muda melalui sistem tumpangsari jagung guna memperkuat ketahanan ekonomi warga.
“ Harapan saya masyarakat di Huntap ini hidup kompak dan saling membantu sesuai falsafah Dalihan Natolu. Tetangga adalah penolong pertama ketika kita mengalami kesulitan, ” pesan Bupati.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Huntara Desa Napa yang saat ini dihuni 245 KK korban bencana alam yang melanda daerah tersebut akhir 2025 lalu.
Di lokasi tersebut, Bupati kembali menyerahkan bantuan kompor dan regulator, paket sembako, serta mie instan kepada seluruh penghuni.
Bupati Gus Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan Huntara Napa yang dinilai sebagai salah satu hunian sementara terbaik karena telah dilengkapi aula, rumah ibadah, hingga arena bermain futsal.
“ Menurut saya ini salah satu Huntara terbaik yang pernah dibangun dan bahkan sudah viral. Kita berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu masyarakat Tapsel, ” ungkapnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah sedang merancang pembangunan hunian tetap permanen bagi warga Huntara Desa Napa sekaligus menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk budidaya ikan lele sebagai sumber penghasilan baru.
Dalam dialog bersama warga, kebutuhan lapangan pekerjaan menjadi aspirasi utama masyarakat pasca bencana.
“ Kita akan diskusikan pemanfaatan ruang yang ada, termasuk peluang budidaya ikan lele agar masyarakat memiliki penghasilan, ” tambahnya.
Tokoh masyarakat Desa Napa, Ali Sutan Pasaribu, mewakili warga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap korban bencana.
“ Kehadiran Bupati dan Ketua TP PKK menjadi kebanggaan bagi kami. Bantuan ini membawa harapan menuju kehidupan yang lebih baik, ” ujarnya.
Sementara itu, penghuni Huntap Hapesong Baru, Siti Kholija Siregar, mengaku bantuan pemerintah sangat membantu masyarakat yang mengalami penurunan penghasilan setelah bencana.
“ Bantuan ini sangat dibutuhkan. Setelah bencana, usaha kami menurun. Semoga ekonomi kami bisa kembali membaik, ” katanya.
Hal senada disampaikan Lensi Rambe, warga Huntara Napa, yang merasa kondisi hunian sementara saat ini jauh lebih baik dibanding saat masih tinggal di tenda pengungsian.
Lihat Juga : Gerak Cepat Polisi, Pengedar Sabu Dibungkam di Sayur Matinggi
“ Kami senang dan berharap ke depan ada pekerjaan agar kehidupan kami kembali normal, ” ucapnya.
Terpisah Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapsel, Rocky AP Gultom menyatakan, DPRD Tapsel mendukung penuh langkah cepat dan berkelanjutan yang dilakukan Bupati Tapsel dalam pemulihan masyarakat pasca bencana banjir.
Kehadiran pemerintah secara langsung di tengah warga menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat bangkit kembali, baik dari sisi hunian maupun ekonomi, ” ujar Rocky.
Ia juga menilai program pemberdayaan ekonomi seperti budidaya ikan lele dan pemanfaatan lahan tumpangsari jagung merupakan langkah strategis untuk membantu masyarakat memperoleh penghasilan baru pasca bencana.
“ Harapan kita, masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga memiliki peluang usaha agar kehidupan mereka kembali stabil dan mandiri, ” tambahnya.(Wan)

