Wartalive.co.id – Pada Selasa (6/5/2025), Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengadakan rapat koordinasi di Aula Kantor Walikota untuk menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Rapat tersebut merupakan langkah pertama dalam proses pemulihan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di lima kecamatan pada akhir bulan Maret.
Rapat tersebut dipimpin oleh Moh. Ary Junaidi, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Padangsidimpuan, dan dihadiri oleh para pejabat terkait serta narasumber dari BNPB, seperti Priska Saragih, Kasubbid Perencanaan dan Pendanaan.
Dalam paparannya, Priska menjelaskan tentang mekanisme hibah rehabilitasi dan rekonstruksi yang mengharuskan adanya dokumen R3P yang didasarkan pada data kerusakan dan kebutuhan masyarakat. Beliau menekankan pentingnya verifikasi data, keselarasan program, dan transparansi penggunaan dana.
Baca Juga : Memandikan Jenazah Kewajiban yang Kian Terlupa, Ini Tata Caranya!
Penerimaan dukungan dari BNPB oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan disambut dengan baik. Mereka akan segera membentuk tim teknis lintas sektor untuk mempercepat penyusunan R3P guna mendukung pemulihan yang kuat dan berkelanjutan. Diharapkan semua pihak dapat memberikan dukungan dalam proses ini.
Dalam Keputusan Kepala BNPB No. 296.A/2023, disebutkan bahwa bantuan stimulan akan diberikan dengan besaran Rp60 juta untuk rumah yang rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp15 juta untuk rusak ringan.(Tamrin)

