Wartalive.co.id – Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian terhadap puluhan korban yang masih dinyatakan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumut, meski masa tanggap darurat telah berakhir, Jumat, (02/01/2026)
Bobby menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah memasuki fase transisi pemulihan pascabencana yang berlangsung selama tiga bulan ke depan. Dalam fase ini, upaya pencarian korban hilang tetap menjadi perhatian utama. Pencarian pasti tetap dilakukan. Itu sudah saya sampaikan dalam masa transisi,” ujar Bobby.
Ia menjelaskan, selama masa tanggap darurat, penggunaan anggaran difokuskan untuk penyelamatan jiwa, pencarian dan evakuasi korban, serta pemenuhan kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak. “Pada masa tanggap darurat, dana difokuskan untuk penanganan korban, pencarian, penyelamatan, dan kebutuhan logistik, yang intinya untuk keselamatan jiwa,” jelasnya.
Baca Juga : Polsek Sunggal Perketat Pengamanan Antisipasi Kejahatan 3C
Memasuki masa transisi, pemerintah daerah mulai memperluas cakupan penanganan pascabencana. Selain pencarian korban yang masih berlangsung, pemerintah kini dapat mengintervensi pemulihan rumah warga, pemulihan ekonomi masyarakat, serta sektor pertanian yang terdampak bencana. “Di masa transisi ini, pascabencananya sudah bisa kita intervensi. Mulai dari rumah warga, kebutuhan ekonomi, hingga area pertanian yang terdampak. Kemarin itu belum bisa dilakukan,” katanya.
Bobby menegaskan, berakhirnya status tanggap darurat tidak berarti menghentikan pencarian korban. Menurutnya, fase transisi merupakan masa di mana penanganan darurat dan pemulihan berjalan secara bersamaan. “Bukan berarti pencarian dihentikan. Di masa transisi ini, sebagian masih bekerja dalam penanganan darurat, dan sebagian sudah masuk ke tahap pemulihan,” tegasnya.
Diketahui, bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah kabupaten dan kota di Sumatra Utara pada 24 hingga 26 November 2025. Pemerintah Provinsi Sumut menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 27 November hingga 10 Desember 2025, yang kemudian diperpanjang hingga 31 Desember 2025 karena dampak bencana yang luas.
Lihat Juga : Pemerintah Siapkan Normalisasi Sungai Tamiang Hadapi Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Sumut per 1 Januari 2026, tercatat sebanyak 366 orang meninggal dunia dan 60 orang masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut berdampak pada 1.803.549 jiwa di 19 kabupaten/kota, dengan jumlah pengungsi mencapai 14.430 jiwa.
Korban meninggal terbanyak berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 127 orang meninggal dunia dan 37 orang masih hilang. Disusul Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 89 orang meninggal dan 20 orang hilang. Kota Sibolga mencatat 55 korban meninggal dunia dan seluruh korban hilang telah ditemukan. Sementara di Kabupaten Tapanuli Utara tercatat 36 orang meninggal dan dua orang hilang, serta di Kabupaten Humbang Hasundutan terdapat 10 korban meninggal dan satu orang hilang.(Sry)
Sumber: CNN Indonesia

