Wartalive.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan pengembangan layanan kesehatan berbasis regional sebagai langkah mengurai penumpukan pasien di rumah sakit rujukan akibat Program Berobat Gratis (Probis), (3/2/2026)
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, menyebutkan sejak Probis diterapkan, sejumlah rumah sakit besar mengalami lonjakan pasien dengan tingkat keterisian tempat tidur melampaui batas ideal.
“Beberapa rumah sakit rujukan utama saat ini tingkat keterisian tempat tidurnya sudah di atas 80 persen. Ini perlu segera diantisipasi,” kata Hamid saat konferens.
Baca Juga : Pemuda Masjid Dunia Usulkan Nama Kampung Haji Prabowo di Makkah
Sebagai solusi, Pemprov Sumut akan membagi pelayanan kesehatan ke dalam beberapa wilayah regional, di antaranya Pantai Timur, dataran tinggi, kawasan pariwisata, serta penguatan layanan di Kota Medan. Skema ini bertujuan agar pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di kota besar.
“Dengan layanan regional, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih dekat dengan tempat tinggalnya,” ujarnya.
Selain rumah sakit, Pemprov Sumut juga akan memaksimalkan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik. Layanan dasar diharapkan dapat diselesaikan di tingkat tersebut tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi mutu layanan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari 172 rumah sakit yang bermitra, lima rumah sakit swasta tercatat mendapat peringatan pada tahun 2025.
“Kami tidak segan memberikan sanksi sesuai aturan jika standar pelayanan tidak dipenuhi,” tegas Hamid.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum RS Haji Medan, Ridesman Nasution, mengungkapkan bahwa penerapan UHC berdampak langsung pada meningkatnya jumlah pasien. Selama Desember 2025 hingga Januari 2026, sebanyak 431 pasien dari 20 kabupaten/kota di Sumut tercatat berobat melalui Probis.
“Mayoritas pasien berasal dari Deliserdang, disusul Medan dan daerah lainnya,” katanya.
Lihat Juga : 14 Warga Sitamiang Baru Terima Sertifikat Tanah Program PTSL
Untuk meningkatkan kualitas layanan, RS Haji Medan akan memperluas ruang UGD pada 2026 serta menambah ruang rawat inap. Selain itu, rumah sakit juga memperkuat sumber daya manusia dengan merekrut dokter umum dan tenaga kesehatan tambahan.
Pemprov Sumut sendiri mengalokasikan anggaran Rp3,6 miliar pada tahun 2026 untuk mendukung kontrak dokter spesialis sebagai bagian dari penguatan layanan Probis, yang merupakan program prioritas Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.(Sry)
Sumber: Diskominfo Sumut

