Wartalive.co.id – Ketua PDAM Tirtanadi, Tamba Tua Rambe, terus terlihat aktif mendampingi dan terlibat langsung dalam proses perbaikan saluran pipa air bersih yang rusak akibat longsor. Hal tersebut terekam dalam sejumlah video update yang dibagikannya melalui status WhatsApp, memperlihatkan konsistensi kehadirannya bersama tim sejak awal penanganan hingga saat ini (10/12/2025)
Upaya pemulihan layanan air bersih pascabencana longsor masih terus berlangsung di wilayah Padangsidimpuan dan sekitarnya. PDAM Tirtanadi mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat perbaikan jaringan pipa utama yang rusak akibat pergerakan tanah.
Ketua PDAM Tirtanadi, Tamba Tua Rambe, sejak awal kejadian diketahui secara aktif berada di lapangan mendampingi tim teknis. Kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk pengawasan, namun juga sebagai wujud tanggung jawab langsung kepada masyarakat agar pelayanan air bersih dapat segera kembali normal.
Baca Juga : Pengendara Waspada, Jalan di Sihitang Dipenuhi Pasir Imbas Hujan
Kerusakan jaringan pipa bermula dari longsor yang memutus jalur distribusi utama. Material tanah, bebatuan, dan batang kayu besar menimbun jalur pipa, membuat sejumlah titik mengalami patah dan bergeser dari posisi semula. Kondisi ini memaksa aliran air ke wilayah pemukiman warga terhenti total.
Pada 29 November 2025, tim PDAM melakukan pemasangan pipa baru berukuran 6 inci sebagai solusi sementara. Namun tanah yang masih labil memicu longsor susulan yang kembali menimbun jalur tersebut. Akibatnya, jalur yang sudah diperbaiki harus kembali dibuka dan dilakukan penggalian ulang.
Proses penggalian dilakukan dengan kombinasi alat berat dan tenaga manual. Di beberapa titik, petugas terpaksa bekerja dengan sekop dan cangkul karena akses alat berat terbatas. Medan licin dan cuaca hujan semakin menambah tingkat kesulitan di lapangan.
Pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 17.00 WIB, tim mulai memasuki tahap krusial dengan pelaksanaan penyambungan pipa berdiameter 250 mm. Tahap ini dirancang untuk memulihkan tekanan dan volume aliran air agar dapat mencukupi kebutuhan warga secara bertahap.
Dalam proses tersebut, Kepala Bagian Pengawasan dan Kepala Cabang PDAM juga turut terlibat langsung, bekerja bahu-membahu bersama para teknisi. Semangat gotong royong terlihat jelas di lokasi, di mana seluruh elemen saling membantu demi percepatan penyelesaian pekerjaan.
Tambatua Rambe menjelaskan bahwa aliran air nantinya tidak langsung normal, melainkan dilakukan secara perlahan dan bertahap. “Mudah-mudahan air bisa mengalir pelan-pelan hingga ke wilayah Losung Batu. Ini kami lakukan secara bertahap agar tekanan pipa stabil dan tidak kembali mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Wilayah yang terdampak gangguan distribusi meliputi kawasan Reservoir dan Losung Batu. Selama masa gangguan, sebagian warga harus menampung air hujan, memanfaatkan sumur darurat, maupun berbagi pasokan air dengan tetangga.
Lihat Juga : Pulau Kecil Tersertifikasi, ATR/BPN Dibekali 8 Penghargaan KKP
PDAM Tirtanadi memastikan bahwa seluruh pekerjaan tetap mengutamakan aspek keselamatan petugas. Mengingat kondisi tanah yang masih berpotensi bergerak, tim pengawas rutin melakukan pengecekan stabilitas lereng guna menghindari risiko kecelakaan kerja.
Hingga saat ini, proses perbaikan masih terus berlanjut. PDAM Tirtanadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi, sekaligus mengapresiasi kesabaran serta pengertian warga selama proses pemulihan berlangsung.
Pihak PDAM berharap masyarakat tetap bersabar dan memberikan dukungan doa agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga distribusi air bersih dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala. (Sry)

