Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong dengan kegiatan pertanian produktif serta menghindari pinjaman berbunga tinggi yang dapat membebani ekonomi keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batangtoru yang digelar di Desa Hapesong Lama, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan keagamaan itu turut dihadiri Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZBAS) Tapsel Jon Sujani Pasaribu, unsur Forkopimcam, mantan Ketua TP PKK Tapanuli Selatan Ny. Syaufia Lina, pengurus BKMT Kabupaten dan Kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah.
Dalam sambutannya, Gus Irawan mengapresiasi pelaksanaan pengajian yang dinilai menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Baca Juga : Solar Tumpah di Jalur Ramai, Sat Lantas Polres Padangsidimpuan Turun Tangan
Mengutip tausiah yang disampaikan Ustaz Hamdan Firdaus, Bupati mengingatkan masyarakat agar menjauhi sifat sombong, perilaku curang, serta kebiasaan berutang yang tidak dikelola dengan baik.
“ Pesan-pesan agama yang disampaikan dalam pengajian seperti ini sangat penting menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus menjauhi kesombongan, menjaga kejujuran, dan mengelola utang dengan penuh tanggung jawab, ” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gus Irawan juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi pasca bencana yang melanda daerah tersebut pada November 2025 lalu.
Menurutnya, sektor pertanian, perikanan dan peternakan menjadi tumpuan utama dalam menggerakkan kembali perekonomian masyarakat, yang salahsatunya ada program yang saat ini terus didorong adalah Gerakan Tanam 1.000 Hektare Jagung.
Bupati menegaskan tidak boleh ada lagi lahan yang dibiarkan menganggur karena dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“ Saya berharap tidak ada lagi lahan yang menganggur di Tapsel. Tanah yang kosong harus kita produktifkan. Jagung saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan pasar yang jelas, ” katanya.
Ia mencontohkan keberhasilan kelompok tani di kawasan Aek Sirara yang baru saja melakukan panen perdana jagung pasca bencana.
Dengan hasil panen sekitar 5,5 ton per hektare dan harga jual mencapai Rp6.500 per kilogram, petani mampu memperoleh keuntungan yang cukup menjanjikan setelah dikurangi biaya produksi.
Selain sektor pertanian, Pemkab Tapsel juga terus mendorong peningkatan produksi perikanan melalui Program Gerakan Seribu Kolam.
Program tersebut bertujuan mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mendukung program itu, Pemerintah Desa diminta membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) serta memanfaatkan potensi sungai dan lubuk larangan yang ada di desa sebagai lokasi pengembangan budidaya ikan.
Di hadapan para jamaah, Gus Irawan juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi terjebak dalam pinjaman berbunga tinggi yang kerap memberatkan ekonomi keluarga, khususnya kaum ibu.
Menurutnya, pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan resmi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha produktif masyarakat.
“ Jangan lagi terjebak pada pinjaman berbunga tinggi yang memberatkan. Manfaatkan fasilitas pembiayaan resmi yang lebih ringan dan produktif untuk mengembangkan usaha, ” tegasnya.
Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya keadilan dalam penyaluran bantuan sosial dan program pemerintah.
Lihat Juga : Polres Tapsel Dorong Penerapan RJ yang Transparan dan Berkeadilan
Ia meminta aparatur desa melakukan pendataan secara objektif dan transparan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Gus Irawan juga mengajak masyarakat mendukung percepatan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan pendapatan daerah dari dana bagi hasil.
Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tapsel turut menyerahkan santunan kepada 20 mustahik.
Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp350 ribu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pengajian Akbar BKMT Kecamatan Batangtoru ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemkab Tapsel dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Wan)

