WartaLive.co.id – Kemacetan parah kembali melanda kawasan Simpang Titi Papan, Medan Deli, pada Rabu (17/12/2025) pagi. Ribuan kendaraan terjebak dalam antrean panjang yang mengakibatkan aktivitas warga dan para pekerja di kawasan industri Medan terhambat signifikan.
Pantauan di lokasi sejak pagi menunjukkan kepadatan volume kendaraan yang luar biasa. Kemacetan ini didominasi oleh, truk kontainer dan kendaraan berat yang keluar masuk arah Pelabuhan Belawan, ribuan sepeda motor pekerja pabrik yang mencoba selap-selip di antara kendaraan besar. Angkutan umum (angkot) yang berhenti sembarangan untuk menaik-turunkan penumpang di dekat persimpangan.
“luar biasa macetnya, truk, sepeda motor, mobil, dll sama-sama tidak mau ngalah” ujar Chintya salah satu pengendara yang terjebak macet.
Baca Juga : Pemkab Asahan Gelar Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kabupaten Tahun 2025
Kemacetan hebat yang terjadi di Simpang Titi Papan pagi ini bukan sekadar persoalan volume kendaraan, melainkan potret buruknya kedisiplinan para pengguna jalan. Perilaku saling serobot dan ketidaksabaran pengendara memicu kondisi deadlock atau arus terkunci yang membuat lalu lintas tak bergerak sama sekali selama berjam-jam.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak pengendara sepeda motor dan angkutan umum yang nekat melawan arus demi menghindari antrean. Tindakan ini justru berakibat fatal karena kendaraan dari arah berlawanan menjadi terhambat, sehingga menciptakan simpul kemacetan baru di tengah persimpangan.
Ketidakhadiran kesadaran untuk berbagi ruang jalan membuat Simpang Titi Papan berubah menjadi arena perebutan jalur yang semrawut. “`simpang titi papan ini sangat semrawut banget, gk ada perbaikan perilaku dari pengendara maupun pemerintah” ujar Nuroh selaku pengendara yang terjebak.
Selain perilaku menyerobot, kurangnya disiplin juga terlihat dari banyaknya kendaraan yang berhenti melewati garis stop saat lampu merah, bahkan tetap memaksakan masuk ke area persimpangan meski kendaraan di depannya sudah tidak bergerak. Kondisi ini diperparah oleh oknum pengendara yang berhenti di bahu jalan untuk berbelanja di pedagang kaki lima atau sekadar menurunkan penumpang di titik yang dilarang, yang secara otomatis memotong lebar jalan efektif bagi kendaraan lain.
“selain kurang disiplin lalu lintas, jalan di simpang titi papan ini juga menjadi salah satu penyebab macet, karena jalannya belumpur dan ada juga galian yang belum selesai” ujar Nuroh.(Febrian)

