Tuesday, October 13, 2026

Pengunjung Soroti Penataan Kendaraan di Masjid Agung Nur Ala Nur

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kebijakan penataan kendaraan di kawasan Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Perbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menuai sorotan dari sejumlah pengunjung. Hal ini menyusul adanya isu pungutan parkir yang dirasakan sebagian masyarakat saat berada di lokasi, (8/4/2026)

Salah seorang pengunjung mengaku merasa kurang nyaman dengan situasi tersebut. Ia menilai, sebagai tempat ibadah, semestinya tidak ada kesan pungutan yang memberatkan jamaah.

- Advertisement -

“Kalau kami ke sini niatnya untuk ibadah. Masa harus bayar parkir juga, itu yang buat kami agak keberatan,” ujar NH.

Baca Juga : Sejuta Sholawat Warnai Halal Bi Halal di Gunung Baringin

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Agung Nur Ala Nur, Khoirul Anwar Siregar, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan resmi terkait penarikan tarif parkir di kawasan tersebut.

Menurutnya, penataan kendaraan yang dilakukan saat ini semata-mata bertujuan untuk menjaga ketertiban, khususnya pada waktu-waktu ramai, agar kendaraan tidak masuk ke area yang berpotensi membahayakan pengunjung, terutama anak-anak.

“Penataan ini dilakukan agar kendaraan tidak sembarangan masuk, apalagi ke area bermain anak. Jadi ini lebih ke pengaturan, bukan pungutan resmi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa petugas yang berjaga di lapangan hanya membantu mengatur arus kendaraan dan menjaga ketertiban lingkungan. Adapun jika terdapat pemberian dari pengunjung, hal tersebut bersifat sukarela dan tidak boleh dipaksakan.

Lihat Juga : Lulusan SPAN PTKIN UIN Syahada Padangsidimpuan Didominasi FTIK

“Kalau ada yang memberi, itu sukarela. Tidak ada kewajiban dan tidak boleh ada paksaan,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan, kawasan Masjid Agung Nur Ala Nur kini menjadi salah satu titik keramaian di Panyabungan, terutama pada sore hingga malam hari. Selain untuk beribadah, masyarakat juga memanfaatkan area sekitar sebagai tempat bersantai bersama keluarga.

Beragam kuliner dan wahana permainan anak turut menambah daya tarik kawasan tersebut, khususnya di bagian belakang masjid yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi ruang publik.

Meski demikian, pengelola menekankan pentingnya menjaga fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah. Pengunjung juga diimbau untuk tetap mematuhi norma yang berlaku, seperti berpakaian sopan dan menjaga perilaku selama berada di lingkungan masjid.

Ke depan, pihak BKM menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem penataan yang ada, terutama saat terjadi lonjakan jumlah pengunjung. (Sry)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya