Wartalive.co.id – Sebuah pemandangan berbahaya terlihat pada armada bus gunung Murni yang melintas dari arah Berastagi menuju Simpang Pos, Medan. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (25/01) sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah penumpang tampak sengaja duduk di atas atap bus tanpa pengaman sama sekali. Aksi ini memicu kekhawatiran pengguna jalan lainnya yang melintas di jalur padat tersebut.
Fenomena duduk di atap bus ini sebenarnya merupakan pelanggaran serius terhadap aturan lalu lintas. Secara teknis, bus tidak dirancang untuk menahan beban hidup di bagian atap, apalagi tanpa pelindung. Keseimbangan kendaraan menjadi terganggu karena titik berat bus berpindah ke atas, yang secara signifikan meningkatkan risiko bus terbalik saat melintasi tikungan tajam atau saat melakukan pengereman mendadak.
Selain risiko kendaraan terbalik, keselamatan jiwa penumpang yang berada di atas atap sangatlah terancam. Tanpa adanya sabuk pengaman atau pegangan yang kokoh, guncangan kecil saja bisa membuat penumpang terpental ke aspal. Belum lagi ancaman kabel listrik yang melintang rendah atau dahan pohon di sepanjang jalur Berastagi-Medan yang sewaktu-waktu dapat menghantam para penumpang tersebut.
Baca Juga : Stok BBM di Panyabungan Dipastikan Aman
Efek negatif lainnya adalah terganggunya konsentrasi pengemudi kendaraan di belakang bus. Pengendara motor maupun mobil cenderung merasa was-was dan terdistraksi oleh keberadaan orang di atas bus, yang pada gilirannya dapat memicu kecelakaan beruntun. Aksi nekat ini juga memberikan citra buruk bagi transportasi publik di Sumatera Utara, seolah-olah aspek keselamatan dianggap remeh demi kapasitas angkut.
Kondisi ini mendapat tanggapan miring dari warga yang melintas. Ratih, salah seorang warga yang berada di sekitar Simpang Pos, mengaku merasa ngeri melihat pemandangan tersebut. Menurutnya, tindakan membiarkan penumpang duduk di atap adalah bentuk kelalaian besar dari pihak pengelola bus maupun kesadaran masyarakat yang masih sangat rendah.
“Ngeri lah melihatnya. Sangat berbahaya, apalagi ini hari Minggu sore saat arus lalu lintas sedang padat dari arah Berastagi karena mau pulang. Nyawa manusia seperti tidak ada harganya kalau cuma demi sampai tujuan dengan cara seperti itu. Ditambah lagi kasian orang di belakang, kalau mereka jatuh menimpa orang dibelakang, kan buat orang lain repot” ujar Ratih.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan seharusnya lebih memperketat pengawasan di titik-titik rawan. Menurut Ratih, ketegasan petugas dalam menindak bus yang nakal sangat diperlukan agar ada efek jera bagi sopir maupun penumpang.(Febrian)

