Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menegaskan, pelaksanaan program Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tidak boleh hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menyambut Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026 di Desa Sugi, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel, Jumat (3/7/2026).
Menurut Gus Irawan, TP PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, sinergi antara TP PKK dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan optimal.
Baca Juga : Turunkan Kemiskinan dan Stunting Tapsel Juara II Nasional Berkat Sinergi OPD dan PKK
” PKK memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pemerintah meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kolaborasi yang baik antara PKK dan seluruh OPD menjadi kunci keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat, ” ujar Gus Irawan.
Ia mengatakan, program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tapsel untuk mewujudkan masyarakat yang maju, berkarakter, unggul, sehat, cerdas dan sejahtera.
Peningkatan pendapatan keluarga juga menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tapsel.
Pada kesempatan itu, Gus Irawan turut memaparkan capaian daerah dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting.
Meski sempat dilanda bencana banjir dan longsor, Tapsel berhasil meraih penghargaan sebagai daerah berprestasi dalam penurunan angka kemiskinan dan stunting pada 2025.
Ia menyebutkan angka kemiskinan di Tapsel kini berada di kisaran 6,6 persen, sementara prevalensi stunting berhasil ditekan hingga sekitar 6 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional maupun Provinsi Sumut.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus menjalankan berbagai program prioritas, di antaranya Gerakan Perang Melawan Narkoba, Program Perang Melawan Rentenir melalui KUR Berkah Bank Sumut, serta pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen bagi masyarakat terdampak bencana guna mempercepat pemulihan ekonomi keluarga.
Gus Irawan juga mendorong pengembangan produk unggulan desa, seperti gula aren dan gula semut, agar memiliki akses pasar yang lebih luas melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai off taker hasil produksi masyarakat.
Ia turut mengapresiasi Desa Sugi dan Kecamatan Marancar yang dinilai berhasil menjaga kelestarian lingkungan melalui kearifan lokal Hatabosi dan program Lubuk Larangan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga sumber daya alam.
Mengakhiri sambutannya, Gus Irawan menekankan bahwa keberhasilan program PKK harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar prestasi dalam perlombaan.
” Yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana program PKK mampu meningkatkan pendapatan keluarga, menurunkan angka kemiskinan dan stunting, serta menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Tapsel, ” tegasnya.
Lihat Juga : PRSU ke-50 Dibuka: Saatnya Ferry Buktikan Kepercayaan Bobby Nasution
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, menyatakan pihaknya akan terus memperkuat pembinaan kepada seluruh desa binaan melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Ketua Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumut, Rika Astri Sari Siregar, menambahkan, kegiatan monitoring tidak hanya bertujuan melakukan penilaian, tetapi juga memastikan implementasi 10 Program Pokok PKK berjalan dengan baik di desa-desa binaan.
” Diharapkan, keberhasilan program PKK mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus melahirkan desa-desa percontohan yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sumut, ” terangnya. (Wan)

