Sunday, October 11, 2026

Pohon “Botak” di Simpang Ringroad–Sunggal Tuai Keluhan Warga

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemandangan gersang kini terlihat jelas di kawasan persimpangan lampu merah Jalan Ringroad-Sunggal, Medan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui dinas terkait melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap deretan pohon peneduh yang berada di pembatas jalan. Alih-alih merapikan, dahan dan daun pohon tersebut dipangkas habis hingga menyisakan batang utama yang “botak” tanpa sisa hijau sedikit pun.

Kondisi ini memicu keluhan dari para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur padat tersebut. Pantauan di lokasi pada siang hari menunjukkan cuaca terik matahari langsung menyengat aspal tanpa ada penghalang. Sebelumnya, rimbunnya dedaunan di simpang ini menjadi penyelamat bagi pengendara untuk berteduh sejenak sembari menunggu antrean lampu merah yang tergolong lama.

- Advertisement -

Seorang pengendara motor, Rian (27), mengungkapkan kekecewaannya saat terhenti di lampu merah tepat di bawah pohon yang sudah gundul tersebut. Ia mengaku sangat menyayangkan kebijakan pemangkasan yang dianggap terlalu ekstrem. “Biasanya di sini kita bisa agak adem karena ada daunnya. Sekarang lihatlah, pohonnya sudah botak total. Pas lampu merah berhenti di sini, rasanya panas sekali” keluhnya sambil menyeka keringat.

Baca Juga : Siswa Sekolah Rakyat Ukir Prestasi, Prabowo: Luar Biasa

Masyarakat menilai tindakan pemerintah ini tidak sejalan dengan kampanye penghijauan kota. Pasalnya, untuk mengembalikan kerimbunan pohon yang telah dipangkas habis tersebut dibutuhkan waktu berbulan-bulan. Di tengah suhu udara yang semakin meningkat di Kota Medan, hilangnya satu titik peneduh di persimpangan jalan sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat kecil yang beraktivitas di jalanan.

Kritik juga datang dari warga sekitar yang sering melihat kemacetan di area tersebut. Menurut warga, saat pohon masih rimbun, pengendara cenderung lebih tertib berada di jalur karena mencari bayangan pohon. Namun kini, banyak pengendara yang justru berhenti jauh di belakang garis stop hanya demi mencari bayangan dari gedung atau papan reklame di pinggir jalan, yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Warga berharap Pemerintah Kota Medan ke depannya lebih bijak dalam melakukan perawatan ruang terbuka hijau. Harapan mereka sederhana: pohon-pohon di persimpangan jalan tetap dibiarkan memiliki dahan dan daun yang cukup agar fungsi ekologis dan fungsi sosialnya sebagai peneduh tetap terjaga bagi masyarakat yang berjuang di bawah terik matahari Medan.(Febrian)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya