Wartalive.co.id — Halaman Mapolres Tapanuli Tengah menjadi saksi momen perpisahan yang sarat khidmat pada Kamis (5/2/2026) pagi. Upacara Wisuda Purna Bhakti digelar untuk melepas Kompol (Purn) Sargatua Siregar yang resmi memasuki masa purnatugas setelah puluhan tahun mengabdi di Korps Bhayangkara.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Polres Tapanuli Tengah menggelar tradisi Pedang Pora, sebuah prosesi kehormatan yang hanya diberikan kepada personel yang mengakhiri masa tugasnya dengan dedikasi dan loyalitas tinggi.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K. Turut hadir Wakapolres Kompol M. Iskad, S.H., M.M., jajaran Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel dan ASN Polres Tapteng.
Baca Juga : Lalu Lintas di Simpang Empat Silandit Terpantau Lancar di Bawah Pengawasan Petugas
Rangkaian acara diawali dengan penyematan kalung bunga dan penyerahan cenderamata oleh Kapolres sebagai simbol penghargaan institusi. Momen paling haru terjadi saat Kompol (Purn) Sargatua Siregar melangkah perlahan melewati barisan perwira yang menghunuskan pedang, diiringi taburan bunga sebagai doa dan harapan atas perjalanan hidup yang baru.
Dalam amanatnya, AKBP Muhammad Alan Haikel menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam atas pengabdian yang telah ditorehkan Kompol (Purn) Sargatua. Ia menegaskan bahwa dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan selama ini menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri yang masih aktif.
Sementara itu, dengan suara bergetar menahan haru, Kompol (Purn) Sargatua Siregar mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menuntaskan masa pengabdian dalam keadaan sehat dan terhormat.
Lihat Juga : Eksistensi “Polisi Cepek” di Simpang Muhammadiyah Medan: Membantu atau Justru Menghambat?
“Terima kasih kepada Kapolres dan seluruh rekan-rekan atas kebersamaan dan kekeluargaan ini. Meski kini saya kembali sebagai warga sipil, hati saya akan tetap bersama Polri,” ujarnya.
Prosesi purnatugas tersebut ditutup dengan pengantaran Kompol (Purn) Sargatua Siregar hingga ke gerbang Mapolres oleh seluruh personel. Kegiatan berlangsung aman dan tertib, menandai berakhirnya pengabdian seorang Bhayangkara kepada negara dengan catatan yang membanggakan. (AG)

