Monday, October 12, 2026

PPN XIII: Perpusnas Dorong Generasi Muda Gemar Membaca Sastra

Baca Juga

Wartalive.co.id – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI turut serta dalam Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII untuk memaparkan strategi mereka dalam menumbuhkan minat baca sastra di kalangan generasi muda di tengah era digital. Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan komitmen tersebut dalam orasinya di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

Joko Santoso mengawali orasinya dengan menegaskan bahwa perpustakaan bukan hanya gudang buku, tetapi juga jembatan pengetahuan dan ruang demokrasi yang menjadi denyut peradaban.

- Advertisement -

Ia juga membagikan data positif terkait Indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Indonesia yang naik menjadi 72,44 pada tahun 2024, melampaui target nasional. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari 66,77 di tahun 2023, menandakan semakin banyak anak muda yang aktif membaca, baik buku fisik maupun digital.

Baca Juga : Wabup Sergai Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana

Namun, di balik kabar baik tersebut, terdapat tantangan besar. Terdapat ketimpangan akses yang signifikan antara wilayah, dan survei terbaru menunjukkan bahwa genre sastra, khususnya fiksi dan puisi, bukanlah pilihan utama anak muda. Mayoritas responden lebih memilih buku pengembangan diri dan nonfiksi.

Santoso menambahkan, masalah sebenarnya adalah kualitas dan kedalaman pembacaan sastra yang sering kalah oleh konten digital yang instan dan ringkas.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Perpusnas memiliki lima strategi utama, di antaranya adalah program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Gerakan Literasi Desa, dan inovasi digital melalui aplikasi iPusnas. Aplikasi ini menyediakan ribuan e-book gratis, termasuk sastra klasik dan kontemporer, yang dilengkapi fitur sosial untuk membangun komunitas pembaca aktif.

Santoso juga menekankan peran baru pustakawan sebagai fasilitator literasi digital dan mentor klub baca. Ia menutup sambutannya dengan seruan untuk bersinergi: orang tua, guru, pustakawan, penerbit, dan penulis harus bekerja sama untuk memperkuat budaya baca.

Lihat Juga : Bandar Sabu Asal Siantar Tertangkap di Simalungun

“Literasi dan budaya baca adalah garda terdepan untuk menghadapi segala badai informasi. Mari rawat perpustakaan, perkuat budaya baca, dan gelorakan sastra sebagai pondasi kecerdasan bangsa,” pungkas Joko Santoso, menegaskan peran vital Perpusnas sebagai motor penggerak literasi yang adaptif, inklusif, dan visioner. (Saiful)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya