Wartalive.co.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan aksi blusukan mendadak ke kawasan bantaran rel kereta api di Pasar Gaplok, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026). Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga mengejutkan warga setempat yang sedang beraktivitas di lingkungan padat penduduk tersebut.
Kunjungan singkat namun berkesan ini menjadi momen emosional bagi para penghuni pemukiman kumuh, termasuk Chono (56). Pria yang telah puluhan tahun tinggal hanya berjarak dua meter dari rel kereta api ini mengaku tidak menyangka akan bertemu langsung dengan Presiden di depan pintu rumahnya yang sederhana.
Dalam suasana yang hangat, Presiden Prabowo menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga guna mendengar keluh kesah mereka. Beliau menawarkan rencana strategis pemerintah untuk membangun hunian rumah susun (rusun) yang jauh lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat yang selama ini tinggal di pinggiran rel.
Baca Juga : Gerakan Tadarus Berjamaah Diluncurkan Pemko Tanjung Balai
Chono mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun ia menetap di sana, Prabowo merupakan pejabat tinggi pemerintah pertama yang menginjakkan kaki di lingkungannya. Tanpa ragu, ia langsung mengiyakan tawaran relokasi ke rumah susun tersebut demi masa depan keluarga yang lebih baik dan terjamin.
Harapan besar kini menyelimuti warga Pasar Gaplok yang selama ini hidup dalam bayang-bayang bahaya kecelakaan kereta api dan sanitasi yang buruk. Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk direlokasi asalkan janji pembangunan fasilitas rumah susun tersebut benar-benar direalisasikan oleh pemerintah dalam waktu dekat.
Tak hanya membawa janji pembangunan infrastruktur, Presiden juga menunjukkan kepedulian nyata dengan memberikan santunan langsung. Setiap Kepala Keluarga (KK) di kawasan tersebut menerima amplop berisi bantuan uang tunai sebesar Rp2 juta sebagai bentuk dukungan ekonomi jangka pendek.
Bagi Chono, bantuan tunai tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan hidupnya sebagai seorang pemulung. Ia berencana menggunakan uang pemberian Presiden untuk membeli gerobak baru, yang diharapkan dapat menunjang produktivitas kerjanya dalam mengumpulkan barang bekas setiap hari.
Aksi blusukan ini pun meninggalkan secercah harapan baru bagi warga bantaran rel yang selama ini merasa terpinggirkan. Kini, mereka menanti langkah konkret pemerintah untuk mengubah pemukiman kumuh menjadi hunian vertikal yang manusiawi, mengakhiri bertahun-tahun keterbatasan di pinggiran rel. (Febrian)
Sumber: tribunnews

