Tuesday, October 13, 2026

Prabowo Dorong Kerja Sama Garuda–Saudi Air, Biaya Haji Ditargetkan Turun

Baca Juga

Wartalive.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan biaya perjalanan ibadah haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4), Prabowo menyampaikan instruksi khusus terkait efisiensi transportasi udara yang selama ini menjadi komponen biaya terbesar dalam pelaksanaan rukun islam kelima tersebut.

Dalam keterangannya, Prabowo menyoroti ketidakefisienan operasional penerbangan haji yang selama ini terjadi. Ia mencermati bahwa pola penerbangan saat ini masih meninggalkan pemborosan yang signifikan, di mana pesawat seringkali terbang tanpa penumpang (kosong) pada rute tertentu saat musim keberangkatan maupun pemulangan jemaah.

- Advertisement -

“Saya telah instruksikan untuk mendekati Saudi Air agar Garuda dan Saudi Air bikin joint venture. Karena selama ini pesawat Garuda bawa jemaah haji, pulangnya kosong. Ini kan tidak ekonomis, tidak efisien,” ujar Prabowo dengan tegas di hadapan awak media di kompleks Istana.

Baca Juga : Fenomena Motor Tanpa Plat Marak di Kawasan Asrama Haji Medan

Kondisi serupa, menurut Presiden, juga dialami oleh maskapai milik Arab Saudi. Ketika mereka mengantarkan jemaah kembali ke tanah air, pesawat tersebut seringkali tidak membawa penumpang saat kembali ke Saudi. Hal inilah yang mendasari pemikiran Prabowo untuk menggabungkan kekuatan kedua maskapai nasional tersebut dalam satu payung usaha.

Prabowo mengusulkan pembentukan anak perusahaan dengan skema kepemilikan saham yang seimbang, yakni 50 persen milik pemerintah Arab Saudi dan 50 persen milik Indonesia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan manajemen pengaturan kursi (seat management) dapat dioptimalkan sehingga pesawat selalu terisi penuh dalam setiap perjalanan pergi maupun pulang.

“Saya berpendapat, kenapa tidak kerja sama? Bikin anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia. Kita buat pesawat dari Indonesia ke Arab Saudi penuh, dari Arab Saudi ke Indonesia penuh,” jelasnya. Ia meyakini bahwa tingkat keterisian yang maksimal akan berdampak langsung pada struktur biaya tiket.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa efisiensi ini secara otomatis akan memangkas harga tiket pesawat. Dengan operasional yang lebih ekonomis, durasi perjalanan pun diharapkan bisa diatur lebih singkat dan efektif, sehingga meringankan beban finansial serta fisik para jemaah haji asal Indonesia.

Menutup keterangannya, Presiden menekankan bahwa instruksi ini sebenarnya sudah ia sampaikan sejak dua bulan lalu untuk segera dieksekusi. Ia menuntut jajaran kementerian terkait untuk bergerak lincah dan tidak menunda-nunda realisasi kerja sama tersebut. “Pemerintah sekarang harus kerja cepat,” pungkas Prabowo.(febrian)

Sumber: berpikirnasional

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya