Sunday, October 11, 2026

Prabowo Sentil Mobil Dinas Mewah Gubernur Kaltim Senilai Rp8,5 Miliar

Baca Juga

Wartalive.co.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras terhadap perilaku pejabat daerah yang dinilai tidak efisien dalam menggunakan anggaran negara. Secara khusus, Presiden menyoroti pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur yang mencapai angka fantastis, yakni Rp8,5 miliar. Pernyataan ini disampaikan Prabowo sebagai bentuk evaluasi terhadap gaya hidup pejabat di tengah upaya pemerintah pusat melakukan penghematan.

Dalam keterangannya pada Selasa (17/3), Prabowo menyatakan bahwa tindakan semacam itu mencerminkan kurangnya empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Ia menyayangkan masih adanya pemerintah daerah yang mengalokasikan dana miliaran rupiah hanya untuk kendaraan operasional, sementara anggaran tersebut seharusnya bisa dialihkan untuk program-program yang lebih menyentuh kepentingan rakyat banyak.

- Advertisement -

Prabowo kemudian membandingkan pilihan kendaraan tersebut dengan mobil dinas yang digunakannya sendiri. Ia menegaskan bahwa sebagai Kepala Negara, ia cukup menggunakan mobil Maung buatan dalam negeri yang harganya jauh lebih terjangkau, yakni sekitar Rp700 juta. Menurutnya, penggunaan produk lokal bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bentuk kebanggaan terhadap karya anak bangsa.

Baca Juga : Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Darussalam Madina Ludes Terbakar

“Saya cuma minta kesadaran dan tanggung jawab. Menurut saya banyak pejabat tidak efisien, ada pemerintah daerah membeli mobil dinas gubernur 8 miliar. Saya saja presiden memakai mobil Maung buatan Indonesia yang hanya 700 juta. Kerja untuk rakyatmu!” ujar Prabowo dengan nada tegas saat memberikan arahan kepada jajarannya.

Menanggapi sindiran pedas dari Presiden, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya memberikan klarifikasi kepada awak media pada Sabtu (21/3). Rudy menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai arahan Presiden mengenai pentingnya efisiensi anggaran. Ia mengakui bahwa pengadaan kendaraan tersebut memang menjadi perhatian serius di internal pemerintah provinsi setelah adanya teguran tersebut.

Rudy menjelaskan bahwa proses pengembalian kendaraan mewah tersebut sebenarnya sudah dilakukan sebelum isu ini mencuat ke publik secara luas. Menurutnya, mobil tersebut telah diserahkan kembali pada tanggal 2 Maret lalu. Ia juga menambahkan bahwa segala urusan administrasi terkait pembatalan atau pengembalian aset tersebut ditargetkan selesai sepenuhnya pada tanggal 11 Maret. “Menanggapi statement Bapak Presiden, memang betul efisiensi sangat penting. Pada tanggal 2 Maret, mobil tersebut sudah dikembalikan dan ditanggal 11 Maret seharusnya administrasinya sudah selesai.” ujar Rudy.

Langkah pengembalian ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pejabat di Kalimantan Timur dan daerah lainnya untuk lebih selektif dalam menyusun anggaran pengadaan barang. Presiden Prabowo berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pimpinan daerah agar tetap fokus pada orientasi kerja nyata bagi rakyat, bukan pada fasilitas kemewahan yang membebani APBD. (Febrian)

Sumber: beritasatu

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya