Tuesday, October 13, 2026

Presdir PTAR : Tambang Harus Tumbuh Bersama Alam dan Manusia!

Baca Juga

Wartalive.co.id – Muliady Sutio, Presiden Direktur PT Agincourt Resources (PTAR), meresmikan acara Media Capacity Building 2025 dengan menekankan komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan. Dalam sambutannya di Marianna Resort, Samosir, ia menyatakan bahwa konsep “Living in Harmony” bukan hanya sekadar slogan, melainkan merupakan dasar utama dalam seluruh kegiatan operasional Tambang Emas Martabe yang dikelola oleh PTAR di Batangtoru, Tapanuli Selatan.

“Pertambangan berkelanjutan hanya mungkin jika manusia, alam, dan bisnis bisa tumbuh bersama,” ujar Muliady di hadapan puluhan jurnalis dari berbagai media di Sumatra Utara. Yang digelar PTAR, Senin (26/5/2025), kegiatan berlangsung hingga Rabu (28/5/2025).

- Advertisement -

Sejak mulai beroperasi pada tahun 2012, Tambang Emas Martabe telah menjadi salah satu obyek vital nasional dan telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Good Mining Practice (GMP) 2024 dari Kementerian ESDM serta PROPER Hijau selama dua tahun berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca Juga : Tim Gabungan TNI-Polri Bubarkan Tawuran di Belawan, Satu Celurit Diamankan

Muliady menjelaskan bahwa PTAR, sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dimiliki oleh PT Danusa Tambang Nusantara dengan porsi 95% dan PT Artha Nugraha Agung sebesar 5%, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.

Pada tahun 2024, PTAR memberikan kontribusi total sebesar USD 108 juta kepada negara dan daerah, dengan royalti mencapai USD 53,5 juta yang dibagikan kepada pemerintah pusat (20%), Provinsi Sumatra Utara (16%), dan kabupaten-kabupaten di sekitar lokasi tambang (64%).

Untuk mendukung keberlanjutan, PTAR mulai menerapkan sistem pengelolaan tailings kering (dry tailings) guna mengurangi risiko terhadap lingkungan. Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan sebagian dari lahannya sebagai zona konservasi dan membentuk Biodiversity Advisory Panel (BAP) yang terdiri dari para ilmuwan dan praktisi konservasi untuk memastikan adanya pengawasan ilmiah terhadap ekosistem Batangtoru.

Komitmen terhadap masyarakat juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 76% dari karyawan dan kontraktor adalah penduduk setempat. Pada tahun lalu, PTAR menginvestasikan USD 2,7 juta untuk program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan pelatihan tenaga kerja.

Lihat Juga : Pelaku Ketiga Penyerangan Jaksa Kejari Deli Serdang Berhasil Ditangkap

Acara yang berlangsung hingga 28 Mei ini juga dihadiri oleh Rahmat Lubis (GMO & Wakil Direktur Operasional PTAR) serta Katarina Siburian Hardono (Manajer Senior Komunikasi Korporat). Kegiatan pada hari pertama ditutup dengan sebuah talk show yang bertema “Seluk Beluk Pertambangan Berwawasan Lingkungan,” yang dipandu oleh Wisnu Nugroho dari Kompas Gramedia.

Sebagai penutup sesi Leader Insight, Rahmat Lubis mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para jurnalis yang merupakan mitra vital bagi perusahaan. “Kami selalu menerima kritik yang konstruktif dan berbasis fakta. Media berperan sebagai jembatan penting dalam menyampaikan kebenaran kepada masyarakat,” ujarnya dengan tegas. (TP)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya