Wartalive.co.id – Keterlambatan distribusi pupuk di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai menimbulkan keresahan di kalangan petani. Sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Panyabungan Utara seperti Bukit Malintang dan Kampung Baru, dilaporkan belum menerima pasokan pupuk meski sudah ditebus melalui kios resmi, (1/5/2026)
Sorotan terhadap persoalan ini disampaikan Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh. Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan adanya kejanggalan dalam alur distribusi pupuk.
Menurutnya, kios-kios resmi telah menjalankan prosedur penebusan sesuai aturan. Namun hingga saat ini, pupuk yang dibutuhkan petani untuk masa tanam 2026 belum juga tersedia.
“Petani sangat bergantung pada pupuk. Jika distribusi terlambat, dampaknya langsung ke hasil produksi dan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menilai, persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai kendala biasa. Bahkan, terdapat dugaan adanya hambatan dalam proses distribusi oleh pihak distributor, yakni Gresik Cipta Sejahtera (GCS) Sidimpuan.
Baca Juga : Realisasi Pajak Daerah Sumut Capai 26,09 Persen, Bapenda Optimalkan Layanan Samsat Malam
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain keterlambatan penyaluran, dugaan penahanan distribusi, hingga kemungkinan adanya pengalihan pupuk ke luar daerah. Selain itu, kurangnya keterbukaan informasi dari pihak distributor juga dinilai memperkeruh situasi.
Atas kondisi tersebut, SATMA AMPI Madina meminta pihak GCS Sidimpuan segera memberikan penjelasan resmi kepada publik. Mereka juga mendesak adanya audit distribusi serta transparansi data penyaluran pupuk.
Tak hanya itu, mereka menuntut agar pupuk segera didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak tanpa penundaan, guna menghindari kerugian lebih besar bagi petani.
Sebagai langkah lanjutan, SATMA AMPI menyatakan siap membawa persoalan ini ke ranah hukum apabila tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, termasuk melayangkan laporan resmi kepada aparat penegak hukum.
“Keterlambatan pupuk bukan persoalan sepele. Ini menyangkut ketahanan pangan dan nasib petani di daerah,” tegasnya.(Sry)
Sumber: MohgaNews

