Wartalive.co.id – Bulan Ramadan menjadi momentum meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Selama sekitar 30 hari, perputaran uang berlangsung cepat, terutama di sektor usaha mikro seperti penjual es buah, gorengan, dan kolak yang marak di pinggir jalan, Selasa (24/2/2026).
Dari pelaku usaha mikro, transaksi terus bergerak ke pedagang kecil, menengah, hingga pengusaha antarprovinsi. Aktivitas ini memberi dampak luas karena hampir seluruh lapisan masyarakat merasakan peningkatan ekonomi selama bulan suci.
Melihat peluang tersebut, Business Owners Community (BOC) menginisiasi bazar takjil di Simpang Aek Galoga dan kawasan Wek 8 Panyabungan dengan menggandeng Warkop Monolog. Kegiatan ini bertujuan menyediakan lapak bagi pelaku usaha jajanan rumahan agar dapat berjualan selama Ramadan, sebagaimana dihimpun dari Mandailing Online.
Baca Juga : Tragedi Tawuran di Belawan: Seorang Pemuda Tewas Terkena Tembakan
Di sepanjang Jalan Lintas Sumatera wilayah Kabupaten Mandailing Natal, pertumbuhan pedagang kaki lima kuliner terlihat signifikan. Para pedagang umumnya mematuhi Peraturan Daerah dengan membatasi waktu berjualan dari siang hingga menjelang sore demi menjaga ketertiban.
BOC juga melibatkan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Selain membantu perekonomian keluarga, langkah ini dinilai dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Ketua HMPS Manajemen Bisnis Syariah STAIN Madina, Muhammad Sofyan Parinduri, yang juga Ketua PK HIMMAH STAIN Madina, menyebut BOC sebagai salah satu komunitas yang aktif mencetak pebisnis muda di Mandailing Natal. Ia mengaku tertarik pada dunia usaha sejak mengikuti seminar BOC pada 2022 saat masih duduk di bangku SMK.
Lihat Juga : Semarak Berburu Takjil di Halaman Pasar Sigalangan: Ekonomi Kerakyatan Bergeliat Jelang Berbuka
Menurutnya, generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi, perlu didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Supardi S.H.I. sebagai pendiri BOC dalam menjalankan visi dan misi komunitas. Ke depan, pihaknya berencana menjalin kerja sama, terutama dalam penyelenggaraan seminar kewirausahaan guna membangun pola pikir bisnis di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Persoalan pola pikir dinilai masih menjadi tantangan, karena tidak sedikit lulusan SMK maupun perguruan tinggi jurusan bisnis yang belum siap terjun sebagai wirausaha, sehingga berdampak pada meningkatnya angka pengangguran. (Sry)

