Wartalive.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melaporkan capaian signifikan dalam realisasi pendapatan negara tahun anggaran 2025
Dalam konferensi pers (8/1/2026), Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memaparkan rincian angka pendapatan yang mencerminkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
​Hingga akhir periode pelaporan, total penerimaan negara dari berbagai sektor utama tercatat antara lain, Penerimaan Pajak Mencapai Rp1.917,6, Kepabeanan dan Cukai: Berkontribusi sebesar Rp301,3 triliun dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Menunjukkan angka yang kuat di Rp534,1 triliun.
Baca Juga : BRI Salurkan Bantuan DTH CSR Bagi Korban Bencana Alam Tapsel
Secara kumulatif, sektor perpajakan (gabungan pajak dan bea cukai) berhasil menembus angka Rp2.217,9 triliun.
Wamenkeu Suahasil menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, arus penerimaan perpajakan mengalami dinamika yang cukup kontras setiap kuartalnya.
​”Pada kuartal pertama, realisasi sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kita melihat adanya pemulihan dan peningkatan pada kuartal kedua,” jelas Suahasil.
Meskipun target telah ditetapkan dalam APBN, Suahasil menekankan bahwa realisasi di lapangan sangat bergantung pada pergerakan ekonomi riil. Fluktuasi harga komoditas global dan gejolak ekonomi menjadi faktor penentu utama dalam pengumpulan pajak dan bea cukai.
​”Penerimaan kita sangat dinamis dan terus menyesuaikan dengan gerak ekonomi. Upaya maksimal terus dilakukan untuk memastikan target tercapai guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tutupnya.
Pemerintah optimis bahwa dengan pengelolaan yang akuntabel dan responsif terhadap perubahan pasar, stabilitas fiskal akan tetap terjaga untuk menghadapi tahun-tahun mendatang (Asrif)
Sumber : Media Sosial Menkeu RI

