Wartalive.co.id – Sejumlah rumah warga yang berdiri di bantaran sungai Aek Sibontar Lingkungan I Samora Kelurahan Wek I, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan terancam ambruk dan longsor.
Pasalnya, deretan rumah warga yang berdiri di atas tepi tebing jurang dengan kemiringan yang sangat curam tersebut tanpa dilindungi dek penahan tebing sungai yang melintas di wilayah tersebut, sehingga bila hujan deras turun, sedikit demi sedikit tebing yang berada bantaran sungai tersebut akan tergerus air sungai yang membesar, sehingga mengancam rumah warga.
Pantauan di lapangan, Jumat (13/9/2024), terlihat sejumlah rumah warga berderet dan berdiri di atas kiri dan kanan tepi jurang dengan kemiringan yang curam sepanjang tebing bantaran sungai, yang berkedalaman sekitar 3 sampai 5 meter dari permukaan sungai.
Baca Juga : Dishub dan Polda Sumut Matangkan Persiapan Penutupan PON XXI
Warga yang tinggal di bantaran tebing sungai mengaku sangat cemas ketika datang hujan deras karena takut rumahnya ambruk dan longsor ke sungai.
“ Kalau hujan deras turun, kami tidak bisa tidur nyenyak, apalagi melihat kondisi air yang membesar. Sementara jurang dengan kemiringan begitu curam, terus mengancam akibat tanah terkikis air, ” ucap Pak Sehat yang memiliki rumah persis di tepi jurang sungai Aek Sibontar.
Ia menjelaskan, rumahnya yang terbuat dari papan kekuatannya untuk menahan beban agar tidak ambruk ke jurang juga sudah sangat berkurang dan mengkhawatirkan yang suatu saat bisa longsor.
” Kami berharap, pemerintah memperhatikan kondisi permukiman kami dengan membangun dek penahan tebing sungai Aek Sibontar mencegah terjadinya longsor, ” ucap dia.
Terpisah Kepala Lingkungan I Samora Parlin Harahap mengatakan aliran Aek Sibontar yang melintasi Lingkungan I Samora Kelurahan Wek I, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan ada sepanjang 500 meter.
Lihat Juga : Enam Terdakwa Penganiayaan Karyawan PT SAE Tapsel Dituntut Masing-Masing 4 Tahun
” Kiri dan kanan aliran sungai yang memiliki tebing curang berdiri puluhan rumah warga yang kondisinya tanpa dek penahan tebing sungai. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan warga yang rumahnya tinggal ditepi jurang, ” ujar Parlin.
Parlin berharap pemerintah melakukan pembangunan dek penahan tebing walau secara bertahap dan yang perlu jadi prioritas pembangunan dek penahan tebing sungai yaitu lokasi yang diatas tebing sungai berdiri rumah warga nya.
” Saat ini ada dua titik lokasi tebing sungai yang rawan longsor karena ada rumah warga berdiri di atas bantaran tebing sungai, yang total panjangnya sekira 60 meter dengan ketinggian sekira 3 sampai 5 meter, ” ungkap Parlin.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), melalui Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (Ka UPT) PUPR Padangsidimpuan Darsur Harahap memberikan respon positif atas masukan yang disampaikan warga melalui media.
Dia menyebutkan, beberapa hari lalu ia telah mendapat informasi tersebut dan telah mengirimkan tim tekhnis ke lokasi rawan longsor di bantaran sungai Aek Sibontar untuk mendata dan melakukan perencanaan pembangunan dek penahan tebing sungai dengan prioritas yang diatas tebing berdiri rumah warga.
Baca Juga : Cegah Kemacetan Sat Lantas Bersama Dishub Sidimpuan Lakukan Penertiban Parkir
” Kita sudah mengajukan usul masyarakat ke Pemprovsu melalui Dinas PUPR Propsu agar dananya ditampung di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Provsu Tahun Anggaran (TA) 2024. Kita doakan saja semoga usulan masyarakat dapat terealisasi, ” ungkap Datsur.
Datsur menambahkan, selain program oembangiban dek prnshan tebing di bantaran sungai, pihaknya juga untuk TA 2025, sedang merencanakan program penghijauan bantaran sungai untuk menahan erosi tanah di sepanjang bantaran sungai.
” Bagaimana tekhnisnya nanti, kita survey dulu lokasinya, mana-mana lahan kritis dan rawan longsor di bantaran sungai untuk menjaga kondisi bangunan dek penahan bisa lebih terjaga, ” tuturnya. (Wan)
Editor : Indra Sikoembang

