wartalive.co.id – Bulan April 2024,Bandara Bukit Malintang yang berlokasi di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara ini rencananya selesai dikerjakan.
Bandara ini direncanakan dengan landasan pacu seluas 1.600 meter dan sebuah terminal penumpang berkapasitas 500.000 penumpang per tahun.
Bandara yang dibangun di atas lahan seluas 178 hektar ini, diharapkan dapat memberi pelayanan yang optimal dan meningkatkan konektivitas udara di wilayah tersebut.
Baca Juga : Inilah! Nama 3 Daerah Punya Sejarah Unik di Sumatera Utara
Sempat ditinjau langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, progres bandara ini hingga semester II tahun 2023 kemarin sudah mencapai 50%.
Menurut Edy Rahmayadi, Bandara Malintang diharapkan dapat memperbaiki mobilitas masyarakat, khususnya di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Baca Juga : Plt Bupati Langkat Hadiri HAB, Guru Ngaji Perlu Perhatian Khusus
Ia berharap dengan dibangunnya bandara ini, dapat meningkatkan nadi ekonomi daerah sekitar.
“Bandara ini akan memudahkan pergerakan penduduk kita, terutama karena bandara terdekat saat ini adalah FL. Tobing atau Silangit yang jaraknya agak jauh dari sini,” ujar Edy Rahmayadi.
Dengan adanya Bandara Malintang, diharapkan akses transportasi udara dapat lebih efisien bagi masyarakat setempat.
Bandara ini dilengkapi dengan landasan pacu berukuran 1.450 x 30 meter, menggunakan aspal Concrete AC -WC.
Sementara itu, taxiway (landasan penghubung) di bandara ini memiliki dimensi 75 meter panjang dan 15 meter lebar.
Infrastruktur tersebut mendukung operasional bandara, memastikan kelancaran pendaratan dan lepas landas pesawat, serta memberikan fasilitas penghubung yang diperlukan.
Fasilitas pelataran parkir pesawat (Apron) di Bandara Mandailing Natal memiliki dimensi 105 meter x 65 meter, memungkinkan pendaratan pesawat yang lebih besar seperti ATR 72-600 dengan kapasitas maksimal 78 penumpang.
ATR 72-600 merupakan pesawat penumpang regional jarak pendek yang menggunakan mesin twin-turboprop.
Pesawat ini dirancang untuk mengakomodasi hingga 72 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru penerbang.
Menurut Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Nasution, bandara yang berlokasi di wilayahnya ini akan dinamai Bandara Jenderal Abdul Haris Nasution.
Jenderal Abdul Haris Nasution merupakan tokoh pahlawan nasional yang lahir di Kabupaten Mandiling Natal.
“Semoga ini selesai on time kualitasnya terjaga sehingga bisa menjadi fasilitas publik yang dirindukan masyarakat, yang akan membantu perekonomian masyarakat, dan tentunya menguntungkan semua pihak,” ujar Atika Azmi. (RL/HC)

