Tuesday, October 13, 2026

Sosok Syahrul Pasaribu di Mata Dr. Arifin: Tidak Pernah Merasa Pintar

Baca Juga

wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan dua periode (tahun 2010-2015 dan 2016-2021), H. Syahrul M. Pasaribu, SH dinilai merupakan tokoh yang suka berdiskusi dan tidak pernah merasa pintar tetapi justru pintar merasa.

“Beliau ini juga selalu menerima perbedaan,” kata Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Arifin Siregar, di sela jamuan makan malam Sahabat Pers Sumut Syahrul Pasaribu dengan kontingen PWI Tabagsel pada Hari Pers Nasional 2023 di Medan, Jumat (10/2/2023).

- Advertisement -

Pertemuan yang diakhiri penyerahan cindera mata dari Syahrul Pasaribu ke kontingen PWI Tabagsel ini dihadiri Ketua Partai Golkar Tapsel Rahmat Nasution, Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap, anggota DPRD Tapsel dari Partai Golkar Andesmar Siregar dan Zulkarnain Dalimunthe serta pengamat sosial Kahfi Siregar.

Arifin menuturkan, Syahrul Pasaribu penerima anugerah Sahabat Pers dan terakhir diterimanya pada tahun 2014, merupakan sosok panutan yang mampu menjaga hubungan baik dan bersinergitas dengan berbagai kalangan, termasuk dengan pers.

“Bang Syahrul ini mampu menjaga sinergitas dengan stakeholders, baik saat menjabat maupun setelah tidak menjabat di DPRD maupun Bupati,” ujar Arifin yang mengaku kenal sejak tahun 2002, saat ia masih wartawan dan Syahrul Pasaribu kala itu anggota DPRD Sumut.

Baca Juga : Syahrul Pasaribu: Seorang Pejabat Merugi Jika Jauh dari Pers

Menurut Arifin, ketika dua periode menjabat sebagai Bupati, Syahrul pemimpin yang sukses membangun Tapsel. Karenanya, di berbagai pertemuan, ia sering menyebut kepemimpinan Syahrul Pasaribu sebagai contoh kepala daerah yang sukses membangun daerah.

“Sebut saja seperti memindahkan Ibukota dan pusat pemerintahan dari Sidimpuan ke Sipirok dengan membangun perkantoran Bupati Tapsel yang terpusat dan terintegrasi lengkap dengan berbagai infrastruktur lainnya seperti Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok,” imbuh Arifin.

Di sisi lain, Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap mengemukakan, sinergitas antara PWI Tabagsel dengan Syahrul Pasaribu maupun dengan Rahmat Nasution, dari dulu sampai saat ini tetap terjaga dengan sangat baik. 

Penilaian sama juga diutarakan Wakil Ketua PWI Tabagsel Nimrot Siregar mewakili kontingen Tapsel di HPN 2023. Katanya, seluruh yang hadir pada pertemuan ini telah saling kenal dan selalu saling menghargai dan menyayangi.

Syahrul Pasaribu, menurut Nimrot, merupakan seorang tokoh yang memiliki kepiawaian dalam memimpin, berkomunikasi, berpolitik dan bermasyarakat serta merawat persahabatan dengan berbagai kalangan dengan baik.

Menyahuti itu, Syahrul Pasaribu berterimakasih kepada kontingen PWI Tabagsel di Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023. Karena berkenan menghadiri undangannya di jamuan tersebut.                                                  
Ditegaskannya, selama dua periode menjabat Bupati Tapsel, sejak awal kepemimpinannya di tahun 2010 tidak pernah jauh dengan pers. Ia selalu berhubungan baik dengan insan pers. 

“Di awal kepemimpinan kami, besaran APBD Tapsel sekitar Rp520 miliar. Saat mengakhiri jabatan di periode kedua (2021), pendapatan di APBD sekitar Rp1,4 triliun. Sebelum Covid atau di tahun 2019, pendapatan di APBD Tapsel sudah terealisasi Rp1,47 triliun,” katanya.

Syahrul tidak menampik, berbagai keberhasilan yang telah dicapai selama dua periode Bupati Tapsel, tidak pernah lepas dari peran pers. Seperti keberhasilan memindahkan ibukota dan pusat pemerintahan Tapsel dari Sidimpuan ke Sipirok.

Juga membangun perkantoran Pemkab Tapsel yang pada awalnya menghadapi berbagai tantangan serta dinamika yang tinggi dan dihadapi dengan sabar yang pada akhirnya berhasil dengan baik. Peran pers sangat besar di situ.

Demikian juga dalam mengatasi unjukrasa tentang Tambang Mas Martabe di tahun 2012-2013 yang eskalasinya ketika itu sangat tinggi. Berhasil diatasi dengan baik dan ini tak terlepas dari besarnya peran pers.

Di bidang pemerintahan, keberhasilan juga cukup banyak yang dicapai. Peran pers juga ada didalamnya termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah yang tujuh kali berturut-turut mendapat opini WTP dari BPK RI.

Tujuh kali juga mendapat Dana Insentif Daerah (DID) dan di antaranya mendapat Anugerah Dana Rakca. Yakni tahun 2017 sebesar Rp50 M dan tahun 2020 DID/Dana Rakca sebesar Rp52 M lebih.

Demikian juga halnya dalam peningkatan kesejahteraan (IPM/Indeks Pembangunan Manusia) tumbuh signifikan dan peringkatnya diantara 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara dapat ditingkatkan dan dipertahankan dengan baik.

Di akhir jamuan itu, tidak lupa Syahrul Pasaribu berpesan kepada insan pers dan khususnya yang tergabung di PWI. “Tetap jaga integritas, laksanakan tupoksi dengan baik dan selalu taati Kode Etik Jurnalistik,” pesannya. (AS)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya