Tuesday, October 13, 2026

Strategi Pj Bupati Taput Untuk Kendalikan Inflasi Daerah

Baca Juga

Tapanuli Utara -Penjabat (Pj) Bupati Tapanuli Utara (Taput), Dimposma Sihombing, bersama Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Surya Alamsah, memimpin rapat Pengendalian Inflasi Daerah, di Aula Martua Kantor Bupati Taput, di Tarutung, Senin (03/05/2024).

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga dihadiri Dandim 0210/TU, Letkol Inf Saiful Rizal, Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah pimpinan OPD anggota TPID serta Camat se-Tapanuli Utara.

- Advertisement -

Pada rapat tersebut, membahas strategi 4K pengendalian inflasi daerah yakni, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif serta sebagai tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri tentang upaya-upaya konkrit Pemerintah Daerah dalam mengendalikan inflasi.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sibolga dan Badan Pusat Statistik ( BPS) Kabupaten Tapanuli Utara, melaporkan bahwa Indeks Perkembangan Harga komoditas pangan strategis di Kabupaten Tapanuli Utara pada periode Januari-April 2024 relatif stabil dan terkendali.

Baca Juga : Festival Kaldera Diisi Berbagai Kegiatan, Pulo Sibandang Diharapkan Jadi Green Island

Namun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara perlu menjaga ketersediaan dan harga pasokan komoditas pangan hingga akhir tahun.

Pj Bupati Dimposma Sihombing menyampaikan bahwa kunci utama pengendalian inflasi daerah adalah sinergi dan kolaborasi multi stakeholder. Untuk itu Dimposma meminta kepada OPD terkait agar:

  1. Inspektur Daerah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan upaya yang dilakukan Pemkab Taput dalam penanganan inflasi
  2. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan upaya pengendalian inflasi.
  3. Kepala Bappelitbangda, memuat upaya pengendalian inflasi dalam menyusun rencana kerja Pemkab Taput.
  4. Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, melakukan dan melaporkan monitoring harga komoditas. Melakukan sidak pasar untuk mengetahui perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan
  5. Kepala Dinas Pertanian, memaksimalkan pemanfaatan lahan kosong untuk program pertanaman komoditas pangan strategis. Melaksanakan dan melaporkan program pertanaman padi sawah, padi gogo, cabai dan bawang merah dalam upaya menjaga ketersediaan pasokan pangan, serta melaksanakan program penangkar bawang merah dan padi dan tetap melakukan pembinaan terhadap kelompok tani untuk tetap produktif
  6. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, membuat neraca pangan untuk mengetahui kebutuhan dan stok yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Melaksanakan kegiatan pasar murah dalam rangka antisipasi lonjakan harga utamanya menjelang hari besar keagamaan serta melaksanakan program ternak agar daging dan ikan terjaga
  7. Kepala Dinas Perhubungan, membuat kajian terkait program bantuan transportasi untuk pengendalian inflasi
  8. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA berkoordinasi dengan OPD terkait, dalam hal pelaksanaan program kerja dan penyusunan laporan triwulan dan tahunan pengendalian inflasi. Berkoordinasi dengan Bank Indonesia Sumatera Utara, Bank Indonesia Kpw Sibolga, Biro Perekonomian Setdaprovsu dan Stakeholder terkait dalam hal pelaksanaan upaya pengendalian inflasi daerah Kabupaten Tapanuli Utara.

“Semoga langkah-langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menekan laju inflasi berhasil dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dimposma.(EB)

Editor : Ikhwan Nasution

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya