Wartalive.co.id – Pemandangan tidak biasa terlihat di salah satu urat nadi transportasi Kota Medan, yakni Jalan Setia Budi. Pada Selasa (24/3), kawasan yang biasanya dikenal dengan kemacetan panjang dan hiruk-pikuk aktivitas komersialnya ini mendadak berubah menjadi sepi dan lengang, terutama saat memasuki waktu siang hari.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan hari-hari biasanya, di mana mobilitas masyarakat di sepanjang jalan tersebut sangat tinggi. Kendaraan bermotor yang biasanya merayap padat, kini hanya terlihat melintas satu per satu dengan volume yang sangat minim, memberikan kesan kota yang tengah beristirahat sejenak.
Penyebab utama dari sepinya Jalan Setia Budi ini ditengarai karena gelombang masyarakat Kota Medan yang memilih untuk bepergian ke luar kota. Momen libur panjang membuat banyak warga meninggalkan rumah mereka, sehingga volume kendaraan di dalam kota menurun drastis secara signifikan dibandingkan hari kerja biasa.
Baca Juga : Lebaran di Medan: Driver Ojol Mengeluh Sepi Orderan
Fenomena ini pun mendapat perhatian dari warga setempat yang menyaksikan langsung perubahan drastis tersebut. Apri, salah seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan Setia Budi, memberikan pandangannya mengenai suasana sepi yang jarang terjadi di area pemukiman dan bisnis yang biasanya super sibuk ini.
"Suasana di Jalan Setia Budi kalau saat Lebaran memang sepi begini lah, karena banyak yang pulang kampung, ke tempat saudara, atau ke rumah nenek," ujar Apri saat diwawancarai di lokasi pada Selasa siang.
Menurut Apri, kekosongan ini merupakan siklus tahunan yang lumrah terjadi saat masa mudik atau libur besar. Ia menjelaskan bahwa mayoritas warga sekitar memang memiliki tradisi untuk merayakan momen kebersamaan di kampung halaman masing-masing, yang otomatis mengosongkan jalanan protokol di Medan.
Selain pulang kampung, Apri juga menduga bahwa banyak warga Medan yang memanfaatkan waktu luang untuk berwisata ke daerah pegunungan. “Bisa jadi juga banyak yang jalan-jalan ke Berastagi, karena dengar kabar jalan ke sana macet parah akibat padatnya aktivitas masyarakat yang berlibur ke arah pegunungan,” tambahnya.
Kondisi kontras ini menunjukkan pergeseran titik kemacetan dari pusat kota menuju jalur-jalur wisata dan pintu keluar kota. Sementara Jalan Setia Budi menikmati ketenangannya sesaat, jalur menuju Berastagi justru dilaporkan mengalami kepadatan yang luar biasa akibat antusiasme warga yang mencari udara segar di luar Kota Medan. (Febrian)

