Wartalive.co.id – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, semakin mendekati tahap operasional.
Proyek strategis nasional ini ditargetkan siap melakukan penggenangan bendungan pada awal November 2025, dengan rencana beroperasi penuh pada Januari 2026.
Kesiapan ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan manajemen PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) di ruang rapat Bupati, Sipirok, Senin (27/10/2025).
Baca Juga : Pemkab Asahan dan TNI Bersinergi Perkuat Stabilitas Keamanan Wilayah
Dalam pemaparannya, QS Manager PT NSHE Zulpadli menyampaikan bahwa seluruh konstruksi utama telah rampung dan tinggal menunggu izin penggenangan dari Komisi Keamanan Bendungan (KKB).
” Kami menargetkan izin penggenangan dapat diperoleh pada minggu pertama bulan November.dan seluruh pekerjaan konstruksi untuk kebutuhan energize selesai pada akhir Oktober ini, ” ujar Zulpadli.
Ia menjelaskan, pekerjaan transmisi listrik juga sudah diselesaikan dan sedang menjalani tahap final check oleh PLN Pusertif.
” Selain itu, uji konektivitas sistem (point to point test) tengah dilakukan agar jaringan kelistrikan PLTA dapat tersambung sempurna dengan sistem PLN, ” katanya
Sementara, Design Manager PT NSHE Arwan Kahfi menuturkan, perusahaan telah menyusun dokumen Rencana Tindak Darurat (RTD) sesuai dengan Permen PUPR No. 7 Tahun 2023 dan SE Dirjen SDA No. 14/SE/Da/2024.
” RTD merupakan bagian penting dari sistem manajemen keselamatan bendungan untuk meminimalkan risiko dan memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, ” jelas Arwan.
Ia menambahkan, kapasitas tampungan Bendungan Batangtoru relatif kecil, hanya sekitar 18 juta meter kubik, sehingga potensi risiko akibat keruntuhan bendungan tergolong rendah.
” Dengan progres yang signifikan ini, PLTA Batangtoru diharapkan segera menjadi sumber energi hijau yang memperkuat ketahanan listrik nasional sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat Tapsel dan Sumatera Utara, ” terangnya
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menyambut baik capaian tersebut dan menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat melalui sistem peringatan dini (warning system) di wilayah hilir sungai Batangtoru.
” Kita optimis PLTA Batangtoru bisa beroperasi penuh pada Januari 2026. Meskipun genangan bendungan kecil dan tidak menggenangi permukiman atau lahan pertanian, namun warning system harus berjalan agar masyarakat di hilir tetap siaga, ” ujarnya.
Gus Irawan juga menilai keberadaan PLTA Batangtoru berpotensi membantu pengendalian banjir dan kekeringan di wilayah setempat.
” Air yang sudah menggerakkan turbin akan kembali ke sungai, jadi sistemnya tetap alami dan efisien, ” tambahnya.
Ketua DPRD Tapsel H. Rahmat Nasution menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah dan NSHE.
Sementara Dandim 0212/TS Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo mengusulkan sosialisasi melalui film pendek yang menggambarkan manfaat dan sistem keamanan PLTA.
Lihat Juga : Wabup Asahan Sampaikan Penjelasan Pemerintah atas Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD
Adapun Kajari Tapsel Muhammad Indra Muda Nasution mendorong penyusunan brosur sosialisasi agar masyarakat di tiga Kecamatan dan 20 desa memahami manfaat serta prosedur tanggap darurat bendungan.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Wakapolres Tapsel, para asisten dan pimpinan OPD terkait, serta Camat Sipirok, Marancar, Batangtoru, Muara Batangtoru dan Angkola Sangkunur.(Wan)

