Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Huang He beserta rombongan di ruang rapat Bupati, Kantor Bupati Tapsel, di Sipirok, Kamis (14/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Gus Irawan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Tapsel Sofyan Adil Siregar dan berlangsung hangat, penuh suasana persahabatan, sekaligus menjadi momentum memperkuat hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dengan RRT.
Keakraban yang terjalin dalam pertemuan tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan dan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan antara Tapsel dan RRT.
Baca Juga : Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
Dalam dialog tersebut, kedua pihak turut membahas penanganan pasca bencana banjir yang melanda Tapsel pada tahun lalu.
Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan Konsulat Jenderal RRT di Sipirok, ibu kota Kabupaten Tapsel.
Ia juga memperkenalkan kondisi daerah serta sejumlah program pembangunan yang tengah berjalan di wilayah tersebut.
“ Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk penguatan hubungan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Tapsel, terutama dalam pembangunan dan pemulihan ekonomi pasca bencana, ” ujar Gus Irawan.
Bupati menjelaskan, saat ini tidak ada lagi warga terdampak yang tinggal di tenda pengungsian dan sebagian masyarakat kini telah tinggal bersama keluarga, menyewa rumah dengan dukungan pemerintah, maupun menempati Hunian Sementara (Huntara)yang disiapkan pemerintah daerah.
Saat ini, fokus pemerintah diarahkan pada pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
“ Kebutuhan utama saat ini bukan lagi tempat tinggal sementara, tetapi bagaimana masyarakat korban bencana dapat kembali memiliki mata pencaharian dan hidup mandiri, ” katanya.
Pertemuan itu juga menyinggung kontribusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru yang menjadi simbol kerja sama Indonesia dan Tiongkok.
Bupati mengungkapkan, proyek tersebut turut membantu proses penanganan bencana melalui penyediaan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor saat banjir terjadi.
“ Terdapat 44 titik longsor dan enam ruas jalan terputus saat bencana. Alat berat dari PLTA Batangtoru sangat membantu membuka kembali akses masyarakat, ” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal RRT Huang He menyatakan kesiapan membuka peluang dukungan kerja sama, khususnya dalam penguatan kapasitas ekonomi masyarakat dan pemulihan kehidupan pasca bencana.
Huang He juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari jajaran Pemkab Tapsel dan mengaku kagum terhadap perjalanan kepemimpinan Gus Irawan yang pernah dua periode menjabat anggota DPR RI sebelum kembali mengabdi membangun daerah asalnya.
Lihat Juga : Persiapan Polres Paluta Dimatangkan, Wakapolda Sumut Cek Lapangan
Konsul Jenderal RRT turut menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemka Tapsel terhadap keberlanjutan proyek PLTA Batangtoru yang merupakan proyek strategis nasional di Tapsel.
” PLTA Batangtoru menjadi contoh nyata kolaborasi Tapsel dan RRT dalam pembangunan energi berkelanjutan, ” katanya
Selain membahas kerja sama pembangunan, pihak Konsulat Jenderal juga menyampaikan rencana tahapan operasional PLTA Batangtoru, termasuk simulasi sistem peringatan dini bagi masyarakat sekitar dan agenda pengisian awal bendungan yang akan dilakukan secara bertahap.
Pertemuan ditutup dengan suasana santai sambil menikmati Kopi Sipirok, komoditas unggulan daerah yang dikenal memiliki kualitas tinggi.(Wan)

