wartallve.co.id – Polresta Barelang mengamankan 8 orang yang diduga melawan petugas saat dilaksanakannya pembukaan Pemblokiran Jalan Raya Menuju Pulau Rempang, Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Para pelaku yang diamankan yakni Rizal, Roma, Jakarim, Firman, Anto, Boiran, Martahan Siahaan, dan Irfan Saputra.
Tidak hanya kedelapan orang ini, polisi juga menagamankan sejumlah barang bukti berupa bom molotov, ketapel, parang, dan batu.
“Satu dari delapan pelaku merupakan pelemparan bom molotov kepada petugas gabungan. Beruntung pelaku telah kami amanakan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” kata Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, ditemui di Mapolresta Barelang, Jumat (8/9/2023).
Terkait isu bayi meninggal dalam kericuhan Rempang kemarin, Nugroho mengatakan, informasi tersebut murni hoaks atau tidak benar.
Baca Juga : Bimtek Fraksi Demokrat, AHY Ingatkan Fokus Menangkan Pileg 2024
“Sudah kami lakukan klarifikasi di Rumah Sakit Embung Fatimah, alhamdulillah bayi tersebut sehat walafiat, yang saat ini sudah dipulangkan ke rumahnya bersama kedua orangtuanya,” papar Nugroho.
Bahkan anggota Polresta Barelang, telah mengevakuasi ibu-ibu dan anak sekolah yang dekat jembatan 4 barelang.
“Kebetulan di dekat jembatan 4 barelang ada sekolah, namun alhamdulillah adek-adek di sekolah semua selamat dan kami bantu proses evakuasinya,” jelas Nugroho.
Nugroho menceritakan, ada beberapa titik pemblokiran yang dilakukan warga Rempang, di antaranya pemblokiran dengan menumbangkan 10 pohon di 3 titik.
Kemudian pemblokiran dengan kontainer untuk mengadang jalan dari jembatan 4 hingga rest area sepanjang 25 kilometer.(BT)

