Wartalive.co.id – Sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan. menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di aula Kantor Wali Kota, Rabu (4/3/2026).
Pertemuan dipimpin Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Rahmat Marzuki Nasution, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga Riza Putera, Kepala Perum Bulog KC Padangsidimpuan Dido PS., Kepala Cabang Koordinator Bank Sumut Asrizal Hadi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Padangsidimpuan Aris Saryono, para asisten, staf ahli, dan pimpinan OPD terkait.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah langkah konkret pengendalian inflasi, penguatan koordinasi antarinstansi, serta strategi menjaga kelancaran distribusi dan pasokan komoditas pangan strategis seperti beras, cabai, bawang, minyak goreng, dan gula pasir yang cenderung mengalami peningkatan permintaan menjelang HBKN.
Wali Kota Letnan Dalimunthe menegaskan, pelaksanaan HLM TPID memiliki arti strategis dalam memastikan kondisi ekonomi daerah tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Baca Juga : Jelang Nataru, Bupati Asahan, Forkopimda dan TPID Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok
“ Stabilitas harga bukan hanya soal angka inflasi, tetapi menyangkut kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama, ” tegasnya.
Ia juga meminta TPID untuk terus memperkuat pemantauan harga harian, memastikan distribusi berjalan lancar, serta mengoptimalkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Sebelumnya, Sekda Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki Nasution dalam laporannya menyampaikan, HLM TPID bertujuan mengevaluasi perkembangan inflasi terkini.
” Perlunya identifikasi potensi risiko kenaikan harga menjelang HBKN, serta merumuskan langkah antisipatif yang terukur dan terpadu guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di daerah, ” katanya.
Kepala BPS Padangsidimpuan Aris Saryono yang juga menjadi narasumber memaparkan perkembangan inflasi daerah serta komoditas penyumbang utama.
” Pentingnya pemantauan harga secara rutin, penguatan koordinasi dengan distributor dan Bulog, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik strategis sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan mencegah lonjakan harga yang berlebihan, ” tegas dia
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putera menekankan pentingnya sinergi dan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta seluruh anggota TPID dalam menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang HBKN.
Lanjut Baca : Bupati Asahan Pimpin High Level Meeting TPID Kabupaten Asahan Tahun 2025
Menurutnya, stabilitas inflasi merupakan kunci dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga memaparkan langkah strategis pengendalian inflasi melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), optimalisasi operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, serta peningkatan kerja sama antar daerah guna memastikan kelancaran pasokan komoditas utama.
” BI berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan masyarakat dapat menyambut dan menjalani momentum HBKN dengan tenang dan nyaman, ” paparnya. (Wan)
Pemkab Asahan Selenggarakan HLM dan Capacity Building TPID & TP2DD 2025

