Tuesday, October 13, 2026

Tradisi Marpangir di Panyabungan: Dari Ritual Penyucian Diri hingga Momen Rekreasi Keluarga

Baca Juga

Wartalive.co.id – Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Mandailing Natal, khususnya di Panyabungan, tetap melestarikan tradisi marpangir, Rabu (18/2/2026).

Marpangir merupakan ritual mandi dengan niat menyucikan diri lahir dan batin sebelum memasuki ibadah puasa. Tradisi ini biasanya dilakukan di sungai dengan air yang dicampur bunga-bungaan, sebagai simbol penyucian diri dan kesiapan spiritual menyambut Ramadhan.

- Advertisement -

Seiring waktu, makna marpangir mulai mengalami pergeseran. Jika dahulu ritual ini dilakukan secara khidmat di sungai, kini sebagian masyarakat memaknainya sebagai momen berkumpul dan jalan-jalan bersama keluarga, teman, maupun pasangan, sehari sebelum Ramadhan.

Baca Juga : Pengurus BKM Masjid Agung Nur Ala Nur Resmi Dikukuhkan

Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi warga adalah kawasan wisata Parlomangan Tobing Tinggi. Sejak pagi, kawasan ini dipadati pengunjung yang datang untuk berlibur sekaligus menjalankan tradisi marpangir dengan suasana santai.

Juhai, warga Panyabungan, mengatakan bahwa marpangir tetap memiliki makna penting meski pelaksanaannya kini berbeda.

“Kalau dulu orang tua kami marpangir mandi di sungai pakai bunga. Sekarang kami ke tempat wisata, tapi niatnya tetap sama, membersihkan diri dan hati sebelum puasa. Sekalian kumpul keluarga,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mansa, yang datang bersama teman-temannya.

Lihat Juga : MTQ XXV Madina Berakhir, Kecamatan Panyabungan Dinobatkan Juara Umum

“Marpangir sekarang juga jadi ajang silaturahmi. Setahun sekali bisa kumpul sebelum bulan puasa karena nanti aktivitas ibadah lebih padat,” katanya.

Ramainya pengunjung juga membawa berkah bagi pelaku usaha di lokasi wisata. Henri mengaku pendapatannya meningkat menjelang Ramadhan.

“Alhamdulillah, marpangir seperti ini ramai banget. Banyak yang berlibur bersama keluarga dan teman. Sehari bisa lebih ramai dibanding hari biasa,” tuturnya.

Meski bentuk pelaksanaannya berubah, tradisi marpangir tetap hidup di tengah masyarakat Mandailing Natal. Nilai utama berupa penyucian diri dan kesiapan menyambut bulan suci tetap terjaga, meski kini berpadu dengan aktivitas rekreasi dan kebersamaan keluarga. (SW)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya