Wartalive.co.id – Sebuah truk berwarna kuning yang membawa muatan pupuk menjadi pusat perhatian warga dan pengguna jalan saat tertangkap kamera parkir di pinggir jalan kawasan Simpang Johor, Medan, pada Kamis (22/01) siang.
Truk tersebut tertangkap kamera dalam kondisi yang memprihatinkan, di mana tumpukan karung pupuk terlihat menggunung tinggi melebihi batas bak kendaraan. Pemandangan ini memicu kekhawatiran karena muatan tersebut hanya ditutup seadanya dengan terpal yang tampak menegang menahan beban.
Kondisi truk yang mengalami Over Dimension dan Over Loading (ODOL) ini membawa dampak negatif yang signifikan bagi pengguna jalan lain, terutama kendaraan roda dua. Muatan yang menjulang tinggi menciptakan titik buta (blind spot) yang lebih besar bagi sopir truk, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan saat kendaraan tersebut mulai bergerak atau berbelok. Selain itu, guncangan sekecil apa pun pada beban yang tidak stabil tersebut berpotensi menjatuhkan karung pupuk ke aspal dan membahayakan nyawa pengendara di belakangnya.
Baca Juga : Masjid Raya Panyabungan, Pusat Syiar dan Pendidikan Al-Qur’an di Madina
Tak hanya risiko kecelakaan langsung, debu atau material pupuk yang tercecer dari sela-sela kemasan juga dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan pengguna jalan. Jika muatan tersebut terkena angin kencang atau hujan, butir-butiran kecil yang jatuh dari pupuk dapat membuat permukaan jalan menjadi licin dan berbahaya. Hal ini sering kali menjadi penyebab kecelakaan beruntun di area padat lalu lintas seperti Simpang Johor yang merupakan salah satu urat nadi transportasi di Medan Johor.
Dari sisi infrastruktur, dampak keberadaan truk bermuatan “gunung” ini sangat merusak ketahanan jalan raya. Beban yang diberikan truk saat jalan maupun parkir di bahu jalan secara terus-menerus dapat menyebabkan penurunan permukaan aspal. Jalan yang sering dilalui kendaraan dengan tonase berlebih akan lebih cepat retak, turun, dan berlubang, yang pada akhirnya merugikan pemerintah daerah dan masyarakat karena siklus kerusakan jalan yang menjadi lebih singkat.
Masyarakat sekitar mengungkapkan kekesalan mereka terhadap pemandangan tersebut. “Sering sekali memang truk begini lewat sini dengan muatan yang tidak masuk akal tingginya. Kita yang naik motor pasti was-was, takut kalau tiba-tiba miring atau ada karung yang jatuh” ujar Togar, salah seorang pengendara sepeda motor yang sedang menepi di sekitar lokasi.
Lihat Juga : Jembatan Aramco Tukka Rampung, Akses Warga Kembali Normal
Warga setempat berharap adanya tindakan tegas dari Dinas Perhubungan maupun pihak kepolisian untuk menertibkan truk-truk nakal tersebut. Menurut warga, pembiaran terhadap kendaraan ODOL hanya akan memperparah kerusakan jalan di Medan. Masyarakat berharap adanya razia rutin dan pengawasan di titik-titik tertentu agar keselamatan publik dapat lebih terjamin dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.(Febrian)

