Tuesday, October 13, 2026

UNESCO Soroti Pentingnya Perlindungan Warisan Geologi Kaldera Toba

Baca Juga

Wartalive.co.id – Geopark Kaldera Toba memperoleh banyak apresiasi positif pada hari pertama proses revalidasi oleh UNESCO. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menyampaikan bahwa sejumlah geosite yang dikunjungi tim asesor mendapatkan tanggapan baik.

Dalam kunjungan tersebut, tim asesor mengevaluasi empat lokasi geosite yakni Sipinsur, Hutaginjang, Taman Eden 100, dan Sibaganding. Menurut Yuda, keempatnya dinilai telah memiliki sistem pengelolaan yang cukup baik dan mampu memberikan kesan positif kepada para asesor.

- Advertisement -

“Dari keempat geosite yang didatangi hari ini dari Sipinsur hingga di sini GIC (Geopark Information Centre), Alhamdulillah masih mendapat nilai yang sangat bagus, tetapi kita masih perlu mendalami beberapa hal mengenai geologi di setiap geosite,” ujar Yuda Pratiwi Setiawan di Geopark Information Centre, Parapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (22/7).

Baca Juga : Bupati Jon F Pandu Kunjungi Lapas Kelas IIB Solok

Yuda juga menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama lembaga-lembaga terkait mendapatkan sejumlah saran konstruktif dari dua asesor UNESCO, yakni Prof. Jose Brilha dari Portugal dan Dr. Jeon Yongmun dari Korea Selatan. Masukan-masukan tersebut akan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Kaldera Toba di masa mendatang.

“Tentu kita belum sempurna dalam mengelola, masih ada kekurangan di sana sini, tetapi kita terus berbenah, memperbaiki diri, ini (menjadi bagian UNESCO Global Geopark) salah satu upaya kita meningkatkan pengelolaan Kaldera Toba),” ungkap Yuda.

Salah satu hal penting yang disorot Prof. Jose Brilha adalah perlunya memperkuat aspek perlindungan terhadap warisan geopark, terutama formasi batuan, situs bersejarah, dan unsur geologi lainnya. Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata hanya merupakan tambahan dari upaya pelestarian tersebut.

Lihat Juga : Nasrul A Tegaskan Pancasila Harus Hidup Kembali dalam Kehidupan Nyata

“Inti dari geopark adalah bagaimana kita menjaga warisan ini semua, menjaga formasi bebatuan yang berharga, material, sejarahnya sehingga bisa kita wariskan ke anak cucu, pariwisata itu bonus,” ujar Jose Brilha.

Selanjutnya, Tim Asesor UNESCO dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke wilayah Kabupaten Samosir, termasuk Huta Sialagan, SMKN 1 Simanindo, Huta Raja, dan Sigulati. Agenda kunjungan juga akan berlanjut ke Kabupaten Karo untuk melihat langsung kawasan Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso, Tongging, serta ditutup di kawasan Silalahi. (Islino)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya