Monday, October 12, 2026

Universitas Panca Budi Bersama Dahnil Ginting Salurkan 1000 Kaki Palsu Bagi Warga yang Membutuhkan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Universitas Panca Budi Sumatera Utara memberikan bantuan sosial berupa 1000 kaki palsu kepada warga yang menderita kaki buntung (amputasi kaki). Tahap awal penyaluran bantuan ini melibatkan 20 kaki palsu yang langsung diserahkan kepada warga yang membutuhkan. Penyerahan ini dilakukan dalam acara halalbihalal di Kampus Universitas Panca Budi, yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Senin (28/4/2025) pagi.

Rektor Universitas Panca Budi Medan, Dr. H. M. Isa Indrawan SE MM, telah mengungkapkan bahwa program bakti sosial pemberian 1000 kaki palsu kepada warga yang membutuhkan merupakan inisiatif dari universitas tersebut. Program ini dilakukan bekerja sama dengan para Aftisi, DMDI, serta kolaborasi dengan Sugeng dari Mojokerto dan Muhammad Dahnil Ginting, Anggota DPRD Deliserdang Fraksi Gerindra.

- Advertisement -

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan bantuan kaki palsu kepada masyarakat kurang beruntung yang hanya memiliki satu kaki. Tahap awal program ini telah mencetak 20 kaki palsu yang siap untuk didistribusikan. Rencananya, program bakti sosial ini akan terus berlanjut dengan target menyediakan 1000 kaki palsu untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga : Polsek Sipirok Hadiri Pengajian BKMT Arse, Pererat Silaturami dengan Masyarakat

“ Ada berbagai profesi yang sangat membutuhkan kaki palsu, ada yang mereka berprofesi berbagai pedagang, guru, mahasiswa atlit dan lain sebagainya, dengan diberikannya kaki palsu ini, diharapkan nantinya mereka dapat beraktivitas normal, dan dapat menjadi pejuang prekonomian bagi keluarga” ucapnya rector Universitas Panca Budi MedanM Isa Indrawan

Seorang anggota DRPD Deliserdang Fraksi Gerindra, Muhammad Dahnil Ginting SE, memberikan dukungan penuh terhadap program bakti sosial yang digagas oleh Rektor Universitas Panca Budi Medan. Program ini melibatkan pembuatan 1000 kaki palsu yang akan disalurkan kepada warga Indonesia yang membutuhkannya. Dahnil Ginting menyatakan apresiasinya terhadap program ini, menyebutnya sebagai inisiatif yang sangat menyentuh hati dan luar biasa.

Menurut Dahnil Ginting, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik, sehingga mereka dapat tetap menjalani kehidupan dengan lebih baik.“kami berharap bantuan ini dapat memberikan semangat baru bagi mereka yang membutuhkan, terutama dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan mencari nafkah,” ujarnya.

Dahnil Ginting menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh kader Partai Gerindra untuk turut serta dalam membantu masyarakat kecil. “Kami sebagai kader Gerindra tetap berkomitmen untuk melaksanakan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan dukungan untuk bangkit kembali,” ujar Dahnil.

Program pemberian kaki palsu ini terwujud berkat kerjasama antara anggota DPRD Deli Serdang, Muhammad Dahnil Ginting, Rektor Universitas Panca Budi, Muhammad Isa Indrawan, dan Muhammad Santri Sinaga, ketua Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi Sumatera Utara.

Sementara itu, Swandoko, penerima bantuan kaki palsu, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Rektor Universitas Panca Budi, khususnya kepada Dahnil Ginting Anggota DPRD Deli Serdang Fraksi Gerindra yang telah memberikan kaki palsu untuknya. Hal ini memungkinkan dirinya untuk kembali beraktivitas secara normal.

Seorang Santri Sinaga, yang menjabat sebagai Staff Khusus Bidang Hukum Rektor Universitas Panca Budi Medan, memberikan kaki palsu kepada mereka yang membutuhkannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup mereka yang semangatnya sempat menurun karena keterbatasan aktivitas yang mereka alami.

Lihat Juga : Polsek Padang Bolak Kawal Keamanan Grass Track Championship di Sigama

Pembuat kaki palsu memberikan keterangan kepada wartawan bahwa hingga saat ini, pembuatan kaki palsu tidak menemui kendala. Proses pembuatan kaki palsu untuk orang lanjut usia tidak memerlukan waktu lama, hanya sekitar 2 jam setelah pengukuran dilakukan. Meskipun kaki palsu yang diproduksi tidak memiliki harga jual, namun biaya material untuk membuat satu kaki palsu di bawah lutut mencapai 3 juta rupiah. Bagi yang membutuhkan namun tidak mampu, disarankan untuk membawa fotokopi SKTM, kartu keluarga, dan KTP untuk membayar sesuai kemampuan mereka. Sementara itu, bagi yang ingin mendapatkan kaki palsu secara gratis, dapat mendaftar melalui Google.

Dukungan yang diberikan oleh masyarakat setempat terhadap kegiatan ini sangat diapresiasi. Harapan mereka adalah agar program sosial semacam ini dapat terus dilaksanakan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.(Ananda)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya