Wartalive.co.id – Wakil Bupati (Wabup) Asahan Rianto, S.H., M.A.P. meninjau secara langsung tempat terjadinya lokasi galian C tambang batu padas di Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan, Jumat (05/09/2025).
Musibah ini mengakibatkan tiga orang penambang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat. Dalam kunjungannya, Wabup menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, kami turut berduka cita dan mendoakan agar para korban diterima di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.
Baca Juga : Bupati Asahan Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Achmad Bakrie
Ia juga menambahkan bahwa korban luka berat telah dirujuk dari RSUD HAMS Kisaran ke Rumah Sakit Columbia Medan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Wabup menegaskan, bahwa pemerintah akan mengecek secara menyeluruh izin usaha penambangan di lokasi tersebut. Menurutnya, apabila terbukti ada izin, maka perlu dilakukan evaluasi dan analisis mendalam, sementara jika aktivitas tambang tidak berizin, maka operasional harus dihentikan dan proses hukum akan dilimpahkan kepada aparat berwenang.
Sejalan dengan itu, Polres Asahan telah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan serta proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Lihat Juga : Lokasi Tambang Ilegal Longsor 3 Korban Meninggal, Pemkab Asahan Berduka
Dalam kesempatan tersebut, Wabup didampingi Kepala Pelaksana BPBD Asahan, Kepala Dinas Perhubungan, Sekretaris Kecamatan Aek Songsongan, Kepala Desa Marjanji Aceh, serta Kapolsek Bandar Pulau. Pemerintah Kabupaten Asahan juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan tali kasih kepada keluarga korban longsor sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah. (HR)

