Wartalive.co.id – Pemerintah Kota Binjai telah secara resmi memulai proses distribusi bantuan yang bersumber dari alokasi dana Pemerintah Pusat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk menangani dampak bencana banjir yang melanda sejumlah titik di wilayah Kota Binjai, Sumatera Utara.
Pelaksanaan penyaluran bantuan di lapangan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi. Kehadiran beliau bertujuan untuk memastikan bahwa setiap bantuan fisik maupun logistik benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Dana bantuan tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto. Beliau menginstruksikan pengalokasian anggaran sebesar Rp4 miliar untuk setiap daerah yang terdampak bencana alam di wilayah Pulau Sumatera guna mempercepat pemulihan pascabencana.
Baca Juga : Polres Tapsel Amankan Ratusan Juta Uang Negara dari Korupsi
“Hari ini Pemerintah Binjai, menyalurkan bantuan dari Pak Presiden untuk daerah yang terdampak bencana, ada sejumlah Rp4 miliar, untuk didistribusikan agar bermanfaat dan dapat digunakan untuk warga terdampak” ucap Wakil Walikota Binjai.
Titik fokus penyaluran bantuan kali ini untuk warga yang berada di Kelurahan Mencirim, khususnya di wilayah Lingkungan I dan Lingkungan II, Kecamatan Binjai Timur. Lokasi tersebut merupakan salah satu area yang paling terdampak oleh luapan air.
Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sebanyak 8.000 kepala keluarga (KK) menjadi penerima manfaat dalam program ini. Jumlah ini mencerminkan besarnya skala dampak banjir yang melanda pemukiman penduduk di kawasan tersebut.
Adapun logistik yang didistribusikan meliputi kebutuhan pokok dalam jumlah besar, yakni lebih dari 100 ton beras serta puluhan ton bahan pangan lainnya. Selain pangan, Pemerintah juga memberikan perhatian pada aspek kesehatan dengan menyediakan obat-obatan khusus bagi warga lanjut usia (lansia).
Lihat Juga : Arus Lalu Lintas Simpang Tuntungan Ramai Lancar Jelang Akhir Tahun
Sesuai dengan arahan spesifik dari Presiden, bantuan juga mencakup perlengkapan tidur berupa lebih dari 2.000 kasur. Hal ini dimaksudkan agar warga yang rumahnya terendam banjir dapat beristirahat dengan layak selama masa pemulihan.
Demi menjaga akuntabilitas, Pemerintah Kota Binjai menggandeng pihak TNI, Polri, serta Kejaksaan dalam proses pengawasan. Keterlibatan aparat penegak hukum dan keamanan ini bertujuan untuk menjamin transparansi serta memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran tanpa adanya penyimpangan.(Febrian)
Sumber: Media Sosial TKP Medan

