Wartalive.co.id – Kondisi arus lalu lintas di sekitar Pasar Tanjung Rejo kian memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (12/3) pagi, banyak pedagang yang nekat menggelar lapak dagangannya hingga memakan sebagian besar badan jalan. Hal ini mengakibatkan penyempitan jalur yang signifikan dan mengganggu kelancaran kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
Kekacauan ini tidak hanya disebabkan oleh lapak kaki lima, tetapi juga diperparah dengan keberadaan mobil pick-up yang beralih fungsi menjadi toko berjalan. Mobil-mobil bermuatan sayur dan buah ini parkir berlapis di bahu jalan, sehingga ruang bagi pengendara lain semakin terbatas. Praktis, jalur yang seharusnya bisa dilalui dua kendaraan kini hanya menyisakan ruang sempit.
Kondisi diperburuk dengan perilaku para penarik becak motor (betor) yang kerap melawan arah demi mendapatkan posisi strategis. Mereka sengaja berhenti dan “ngetem” tepat di depan pintu masuk pasar untuk menunggu penumpang. Aksi ugal-ugalan ini sering kali memicu kemacetan panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya.
Baca Juga : Abaikan Rambu Larangan, Pertigaan KFC Walikota Medan Jadi Pangkalan Parkir Liar
Salah seorang pedagang yang berjualan di pinggir jalan mengungkapkan alasannya memilih lokasi tersebut daripada masuk ke area resmi di dalam pasar. Menurutnya, berjualan di badan jalan jauh lebih praktis dan menguntungkan secara ekonomi karena langsung berinteraksi dengan calon pembeli tanpa perlu repot memindahkan barang.”Jualan di pinggir jalan begini lebih mudah saja daripada jualan masuk ke dalam pasarnya. Karena langsung terlihat sama pembeli, ja di tidak harus repot masukkan barang jualan ke dalam pasar lagi,” ujar pedagang tersebut saat ditemui di lokasi, Kamis (12/3).
Namun, kemudahan bagi pedagang ini justru menjadi beban bagi masyarakat luas, khususnya para pembeli dan pengguna jalan. Manto, salah seorang pengunjung pasar yang sedang menunggu, menyatakan keberatannya atas kesemrawutan yang terjadi. Ia merasa pengguna jalan telah dirampas oleh ego para pedagang. “Maunya jangan sampai memakan badan jalan hampir setengah begini. Ada juga yang jualan di mobil, mobilnya parkir di pinggir, kan mengganggu orang lain juga,” ujar Manto. Ia berharap ada ketegasan dari pihak pengelola pasar maupun dinas terkait untuk menertibkan area tersebut. (Febrian)

