Sunday, October 11, 2026

Gas 3 Kg Langka di Batahan, Warga Terpaksa Kembali Pakai Kayu Bakar

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mulai dikeluhkan warga. Dalam sekitar satu bulan terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut. Kalaupun tersedia, harganya melonjak hingga Rp55 ribu sampai Rp60 ribu per tabung di tingkat pengecer, (17/5/2026)

Kondisi itu membuat warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Sebagian terpaksa membeli dengan harga tinggi, sementara lainnya memilih mengurangi penggunaan gas bahkan kembali menggunakan kayu bakar.

- Advertisement -

“Biasanya tidak semahal ini. Sekarang mau cari saja susah, kalau ada harganya bisa sampai Rp60 ribu,” ujar Ustadz Sobirin, yang dihimpun dari Warta Mandailing.

Kelangkaan elpiji 3 kilogram disebut terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Batahan. Warga mengaku harus berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lainnya hanya untuk mendapatkan satu tabung gas. Namun, tidak sedikit yang pulang dengan tangan kosong karena stok lebih dulu habis.

Baca Juga : Genjot Sektor Pertanian, Pemko Padangsidimpuan Prioritaskan Pembangunan Jembatan di Tiga Kecamatan

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga di Desa Batahan II dan wilayah lainnya mulai kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak kebutuhan sehari-hari. Langkah itu dilakukan karena harga gas yang terus melambung dinilai sudah tidak terjangkau bagi masyarakat kecil.

Tidak hanya warga rumah tangga, para pelaku usaha kecil juga ikut terdampak. Pedagang gorengan, warung makan, hingga penjual kopi mengaku pengeluaran mereka meningkat drastis akibat mahalnya harga gas.

“Kalau terus begini kami bisa rugi. Mau naikkan harga jual, kasihan pembeli. Tapi kalau beli gas mahal terus, kami juga susah,” kata seorang pedagang kecil, yang dihimpun dari Warta Mandailing.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Mereka meminta pengawasan distribusi elpiji subsidi diperketat agar tidak terjadi kelangkaan berkepanjangan maupun lonjakan harga di tingkat pengecer.

Selain itu, masyarakat juga meminta dilakukan pengecekan terhadap jalur distribusi elpiji 3 kilogram di wilayah Batahan. Warga menduga ada permainan harga atau distribusi yang tidak tepat sasaran sehingga gas subsidi sulit diperoleh masyarakat kecil.

Baca Juga : Libur Panjang Picu Macet Parah di Pajak Pancur Batu, Arus ke Berastagi Membludak

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dinilai semakin menambah beban masyarakat. Warga berharap pasokan segera kembali normal dan harga kembali terjangkau.(Sry)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya