Wartalive.co.id — Kemacetan parah kembali melanda jalur wisata menuju Berastagi pada libur akhir pekan ini. Kondisi tersebut diperparah oleh aksi tidak terpuji dari sejumlah oknum pengemudi mobil pribadi dan bus yang nekat menerobos antrean dengan mengambil lajur kanan, atau jalur yang diperuntukkan bagi kendaraan dari arah sebaliknya (16/5) sore.
Aksi egois para pengemudi yang melawan arus ini sontak memicu kekacauan lalu lintas yang lebih besar. Kendaraan dari arah berlawanan terpaksa berhenti karena jalur mereka terhadang oleh mobil-mobil yang menyerobot tersebut. Alhasil, kemacetan yang seharusnya bisa mengalir perlahan justru menjadi terkunci mati di kedua arah.
Fenomena ini memicu kekesalan mendalam bagi para pengendara yang telah tertib mengantre berjam-jam. Salah satu wisatawan asal Medan yang sedang dalam perjalanan liburan bersama keluarganya menuju Berastagi, Edy, meluapkan rasa kecewanya terhadap perilaku buruk para pengemudi roda empat tersebut.
“Pasti kesel lah melihat kendaraan yang nerobos macet begitu. Karena mereka nerobos, di depan mereka memakan jalan orang lain. Sedangkan orang yang di depan itu sudah menunggu lama di kemacetan ini. Kalau tadi yang nyalip motor, oke lah. Ada celah sedikit saja motor bisa masuk, ke kiri kanan, tidak terlalu mengganggu. Tapi kalau mobil atau bus yang nerobos gitu, gawatlah,” ujar Edy. (16/5)
Baca Juga : Masyarakat Harus Merasakan Manfaatnya. DPRD Titip Harapan Untuk KDKMP
Ketegangan di jalur macet pun tidak jarang terjadi ketika kendaraan dari arah yang benar menolak untuk memberikan ruang bagi para penerobos. Banyak pengemudi yang memilih bertahan di jalurnya sebagai bentuk protes dan edukasi moral agar para pelanggar lalu lintas tersebut jera dan mau mundur kembali ke antrean yang benar.
Hal senada juga ditegaskan oleh Indah, istri dari Edy. Ia mengaku sama sekali tidak sudi memberikan celah atau toleransi bagi mobil-mobil yang egois dan ingin menang sendiri di tengah kemacetan panjang tersebut.
“Kami tidak mau ngasih jalan ke orang-orang yang suka nerobos begitu. Orang lain juga mau cepat, bukan dia saja. Setiap macet begitu kami rapat terus dengan kendaraan di depan agar tidak ada mobil-mobil lain yang nyalip,” ujar Indah. (16/5)
Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat bertindak lebih tegas dengan menilang langsung para pengemudi mobil dan bus yang nekat melawan arus demi kenyamanan dan keselamatan bersama.(Febrian)

