Wartalive.co.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tapanuli Selatan (Tapsel) Sipagimbar keluar sebagai juara pertama Turnamen Sepakbola Bagusi Cup I Tahun 2026 setelah menaklukkan Tunas Muda All Star Sipagimbar melalui drama adu penalti, pada partai final yang berlangsung di Lapangan Bola Batara Wisnu Bagusi Sipagimbar, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SD Hole), Kabupaten Tapsel, Selasa (18/8/2026).
Pada partai final tersrbut disaksikan Bupati Tapsel H Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Anggota DPRD Tapsel M. Rawi Ritonga, Kepala Dinas Pariwisata Tapsel Ilyas Pasaribu, Camat SD Hole Guswin Pane, perwakilan KONI Tapsel, serta sejumlah undangan dan masyarakat.
Pertandingan partai final berlangsung sengit. Kedua tim tampil saling menyerang hingga pertandingan waktu normal berakhir dengan skor 1-1 dan penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu tendangan penalti.
MAN Tapsel Sipagimbar tampil lebih tenang dan berhasil mengakhiri drama tersebut dengan kemenangan 4-2 atas Tunas Muda All Star Sipagimbar.
Baca Juga : Wabup Tutup Giat Mini Soccer Championship Kapolres Asahan Cup 2026
Hasil itu mengantarkan MAN Tapsel Sipagimbar sebagai juara I, disusul Tunas Muda All Star Sipagimbar sebagai juara II. Sementara SimasFren FC meraih juara III dan Sitabo-tabo FC menempati posisi juara IV. Selain penghargaan bagi tim, panitia juga memberikan penghargaan individu.
Parel dari SimasFren FC dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak, sedangkan Geri Harahap meraih penghargaan sebagai pemain terbaik.
Adapun penghargaan tim terbaik diberikan kepada Mantab (Mandalasena Tambiski) dari Kecamatan SD Hole.
Turnamen yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti sekitar 26 tim.
Peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan SD Hole, tetapi juga Arse hingga Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu yang menyaksikan langsung laga final mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang telah menyukseskan turnamen tersebut.
“ Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan acara ini terus berlangsung pada tahun-tahun yang akan datang, ” kata Gus Irawan.
Menurutnya, pertandingan sepakbola yang berlangsung keras merupakan bagian dari dinamika olahraga. Namun, kerasnya permainan tidak boleh menghilangkan sportivitas antarpemain maupun antar tim.
“ Selamat kepada tim yang berprestasi. Saya ikut menyaksikan pertandingan yang luar biasa. Meskipun berlangsung keras, namanya sepakbola pasti keras, tetapi sportivitas harus tetap dijunjung tinggi, ” ujarnya.
Gus Irawan juga menilai hasil pertandingan melalui adu penalti menunjukkan bahwa sepakbola tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga ketenangan dan keberuntungan.
“ Akhrinya harus melalui adu penalti dan mungkin ini soal keberuntungan, ” katanya.
Lebih jauh, Bupati menyebut turnamen seperti Bagusi Cup memiliki arti lebih luas daripada sekadar pertandingan untuk memperebutkan trofi.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakat sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Ia berharap kegiatan olahraga serupa dapat digelar secara berkelanjutan dan menjadi salah satu sarana untuk menemukan bibit-bibit pesepakbola potensial dari Tapsel.
Di tengah semarak pertandingan, Gus Irawan juga mengajak masyarakat menjadikan semangat kebersamaan yang tercipta melalui Bagusi Cup sebagai modal sosial untuk membangun kembali Tapsel setelah menghadapi bencana.
“ Ini menjadi inspirasi bagi kita di Tapsel. Kebersamaan terus kita rajut agar Tapsel bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat pascabencana, ” katanya.
Menurut Bupati, olahraga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah dalam suasana persaudaraan.
Semarak Bagusi Cup I turut diramaikan penampilan atlet paralayang Sumatera Utara asal Tapsel, Iqmal Yunus Nasution, yang dikenal dengan julukan “Supir Langit”.
Kehadirannya menambah kemeriahan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan SD Hole.
Sementara Anggota DPRD Tapsel M. Rawi Ritonga mengapresiasi pelaksanaan Turnamen Bagusi Cup I yang dinilainya tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi masyarakat.
“ Kita mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan Bagusi Cup I ini. Kegiatan seperti ini sangat positif, terutama bagi generasi muda, karena mereka memiliki ruang untuk menyalurkan bakat sekaligus belajar menjunjung tinggi sportivitas, ” ujar M. Rawi Ritonga.
Menurutnya, turnamen sepakbola di tingkat kecamatan juga dapat menjadi bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dari kompetisi seperti ini, talenta-talenta muda dapat ditemukan dan kemudian dibina untuk membawa nama baik Tapsel di tingkat yang lebih tinggi.
“ Jangan hanya berhenti pada pertandingan. Kalau pembinaannya dilakukan secara berkelanjutan, saya yakin dari daerah-daerah seperti SD Hole ini bisa lahir pemain-pemain potensial Tapsel, ” katanya.
Lihat Juga : Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Asahan Gelar Upacara Malam Renungan Suci
Perwakilan KONI Tapsel mengapresiasi pelaksanaan Turnamen Bagusi Cup I yang dinilai menjadi momentum penting dalam menjaring dan mengembangkan potensi atlet sepakbola di daerah.
“ Kami dari KONI Tapsel sangat mengapresiasi kegiatan Bagusi Cup ini. Turnamen seperti ini penting karena menjadi ruang bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan kemampuan mereka, ” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan olahraga tidak bisa hanya dilakukan menjelang pertandingan atau kejuaraan. Kompetisi yang rutin diperlukan agar atlet memiliki jam terbang dan mental bertanding yang semakin matang.
“ Kita berharap turnamen seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Dari kompetisi tingkat kecamatan seperti inilah kita bisa melihat potensi-potensi pemain yang nantinya dapat dibina untuk memperkuat Tapanuli Selatan di berbagai kejuaraan, ” pungkasnya. (Wan)

