Wednesday, October 14, 2026

Seribu Kandang, Jalan Baru Peternak Tapsel

Baca Juga

Wartalive.co.id – Setelah mendorong pengembangan program seribu kolam ikan, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu kini menggagas Gerakan Seribu Kandang Ayam Petelur.

Gagasan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menerima audiensi Komunitas Peternak Ayam Petelur Sipirok – Angkola Timur di Ruang Rapat Bupati Tapsel, Sipirok, Rabu (19/8/2026).

- Advertisement -

Gerakan seribu kandang ayam petelur diarahkan tidak sekadar untuk menambah populasi ternak., tapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel ingin membangun ekosistem peternakan yang terhubung dengan produksi pakan, pembiayaan, pendampingan teknis hingga kepastian pasar.

“ Ini bagus. Kita buat Gerakan Budidaya Ayam Petelur Seribu Kandang. Ini bisa menjadi kolaborasi Pemkab Tapsel, dengan komunitas peternak ayam petelur Tapsel, ” kata Gus Irawan.

Baca Juga : 1.700 Km, Satu Pesan : Selamatkan Orangutan Tapanuli

Menurut Bupati, kebutuhan telur di Tapsel cukup besar. Terlebih, sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan pasokan pangan bergizi secara berkelanjutan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan telur masyarakat.

Namun, Gus Irawan mengingatkan peningkatan populasi ayam harus dibarengi dengan peningkatan produktivitas dan kepastian pasar.

Bupati menilai angka produktivitas ayam petelur yang rata-rata masih sekitar 80 persen masih dapat ditingkatkan.

Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian menyusun roadmap pengembangan ayam petelur, termasuk peningkatan kualitas pakan, manajemen peternakan, penggunaan teknologi serta penguatan layanan kesehatan hewan.

“ Dinas Pertanian manfaatkan semua potensi yang ada untuk mendongkrak produktivitas komunitas. Jangan berhenti di pertemuan ini, tetapi harus ada aksi berikutnya dan kalau ada ahli di mana, mungkin kita datangkan. Yang penting bagaimana produktivitas peternak kita meningkat, ” ujarnya.

Bagi Gus Irawan, persoalan peternakan tidak selesai ketika ayam mampu menghasilkan telur. Produk yang dihasilkan harus memiliki pasar yang jelas.

Ia meminta Dinas Perdagangan ikut membuka akses pasar bagi telur produksi peternak Tapsel.

Pemerintah juga mendorong agar telur lokal dapat masuk dalam rantai pasok program pemerintah sepanjang memenuhi persyaratan kualitas dan mekanisme pengadaan.

“ Sering kali masyarakat sudah dilatih dan mampu memproduksi, tetapi gagal karena tidak mampu menembus pasar. Maka pasarnya harus dijamin, ” tegasnya.

Komunitas peternak juga diminta memahami mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk penggunaan platform pengadaan elektronik.

” Dinas Perdagangan dan UKPBJ diminta memberikan pendampingan agar peternak mampu mengikuti proses tersebut sesuai aturan, ” katanya

Bupati menegaskan gagasan seribu kandang ayam juga hendak dihubungkan dengan program Gerakan Sepuluh Ribu Hektare Jagung yang dikembangkan Pemkab Tapsel.

Gus Irawan melihat jagung produksi petani lokal berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok bahan baku pakan ayam.

Dengan pola tersebut, petani jagung memiliki pasar, sementara peternak memperoleh bahan baku pakan yang lebih dekat dan berpotensi menekan biaya produksi.

“ Makanya saya selalu bicara ekosistem. Teman-teman yang kita bina dalam budidaya jagung nanti bisa kontrak farming dengan kawan-kawan peternak ayam, ” jelasnya.

Ia juga meminta limbah kotoran ayam atau kohe tidak dibiarkan menjadi persoalan lingkungan. Limbah tersebut didorong untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya pupuk organik.

Dari sisi pembiayaan, Bupati menyatakan akan mengomunikasikan kebutuhan peternak dengan Bank Sumut, termasuk peluang pembiayaan untuk penambahan populasi ayam dan pembangunan kandang.

Agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai gagasan, Gus Irawan meminta komunitas memperkuat organisasi dan melakukan pendataan seluruh peternak.

Data yang diperlukan meliputi identitas peternak, lokasi kandang, jumlah populasi ayam serta kapasitas produksi.

Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menentukan bentuk pembinaan.

Dengan konsep itu, setelah gerakan seribu kolam ikan, Gus Irawan kini mulai mendorong seribu kandang ayam petelur sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Tapsel.

“ Perkuat pendataan dan besarkan organisasinya. Nanti Dinas Pertanian membuat roadmap dan turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan, ” katanya.

Komunitas Peternak Ayam Petelur Sipirok – Angkola Timur menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi peternak lokal.

Mulai dari keterbatasan akses pasar, masuknya telur dari luar daerah, kebutuhan penambahan populasi, ketersediaan pakan, pengelolaan limbah hingga pendampingan teknis dan kesehatan hewan.

Lihat Juga : HUT Ke-78, Polwan Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL

Komunitas yang berdiri berdasarkan Akta Pendirian Nomor 09 tanggal 10 Juni 2026 itu kini beranggotakan sekitar 25 peternak.

Populasi ayam yang mereka kelola tercatat sekitar 25.000 hingga 32.000 ekor dengan produksi sekitar 4.000 butir telur per hari.

Komunitas Peternak Ayam Petelur Sipirok – Angkola Timur menyatakan siap mendukung Gerakan Seribu Kandang dan meningkatkan populasi ayam secara bertahap.

” Jika program ini berjalan sesuai gagasan Bupati, seribu kandang tidak hanya dihitung dari jumlah bangunan kandang. Lebih jauh, gerakan tersebut diharapkan menjadi bagian dari mata rantai ekonomi daerah, dari petani jagung, peternak ayam, produksi telur, hingga pasar yang menyerapnya, ” kata mereka.(Wan)

Warta Terbaru

Dukung Lahirnya Atlet Berprestasi, KORPRI Asahan Gelar PORKAB 2026

Wartalive.co.id, ASAHAN - Dalam upaya mendukung lahirnya atlet berprestasi di Kabupaten Asahan, Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI) menggelar...

Artikel Menarik Lainnya