Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menghadiri Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Angkola di Desa Aek Gunung, Rabu (19/8/2026).
Kehadiran Bupati disambut antusias masyarakat dan jamaah BKMT se Kecamatan Batang Angkola.
Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga menyerahkan bantuan sosial kepada Ermawati Hasibuan, warga yang rumahnya mengalami kebakaran pada Februari 2026.
Bantuan senilai Rp8 juta tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Tapsel, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah.
“ Memang mohon maaf baru kali ini bantuan tersedia. Kita bantu sebesar Rp8 juta dan mudah-mudahan dapat meringankan beban keluarga yang mengalami kebakaran, ” kata Gus Irawan.
Baca Juga : Seribu Kandang, Jalan Baru Peternak Tapsel
Bupati sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, menyusul kondisi cuaca yang cenderung kering.
Masyarakat diminta memeriksa instalasi listrik, berhati-hati menggunakan sumber api serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Menurut Gus Irawan, kebakaran rumah belakangan ini terjadi di sejumlah Kecamatan dan Desa di Tapsel. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terlebih musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada September.
“ Tolong kita lebih berhati-hati. Periksa instalasi listrik, jangan meninggalkan lilin atau sumber api ketika listrik padam. Bagi yang berladang dan berkebun juga jangan sembarangan membakar karena kondisi kering membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan, ” imbaunya.
Di hadapan jamaah BKMT, Gus Irawan juga menyoroti sejumlah persoalan sosial dan ekonomi yang masih menjadi tantangan masyarakat, di antaranya penyalahgunaan narkoba, praktik rentenir dan kemiskinan.
Ia menekankan bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.
“ Kalau setiap keluarga di Tapsel terhindar dari narkoba, berarti seluruh Kabupaten Tapsel akan terhindar dari narkoba, ” tegasnya.
Selain narkoba, Bupati mendorong masyarakat yang terlilit pinjaman dengan bunga tinggi agar mencari alternatif pembiayaan yang lebih ringan melalui Bank Sumut.
Pemerintah daerah, kata dia, tengah mendorong skema pembiayaan berbunga rendah, termasuk pembiayaan 0 persen untuk sektor tertentu.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat keluar dari jeratan rentenir.
Gus Irawan juga meminta Camat dan Kepala Desa melakukan pendataan terhadap masyarakat yang memiliki pinjaman dengan bunga tinggi.
Data itu nantinya dapat menjadi dasar untuk membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang lebih sehat.
“ Ini cara kita melepaskan umat-umat yang terjerat rentenir. Kita ingin masyarakat terbebas dari beban bunga yang tinggi sehingga kehidupan keluarga menjadi lebih tenteram, ” ujarnya.
Dalam bidang ekonomi, Bupati juga mendorong peningkatan produksi pertanian, perikanan dan peternakan.
Pemerintah daerah, katanya, terus mengembangkan program yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Gus Irawan menyebut produksi telur lokal Tapsel saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar. Karena itu, produktivitas peternak perlu terus ditingkatkan.
Ia menyebut tingkat produktivitas kelompok peternak saat ini sekitar 80 persen dan ditargetkan dapat meningkat setidaknya menjadi 90 persen melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan dari organisasi perangkat daerah terkait.
“ Pasar yang ada di Tapsel harus sebisa mungkin dipenuhi oleh produksi masyarakat Tapsel sendiri. Kita dorong produktivitas peternak agar semakin meningkat, ” katanya.
Sementara di sektor pertanian, Gus Irawan menegaskan tidak boleh ada lagi lahan produktif yang dibiarkan tidak dimanfaatkan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah untuk memberikan kepastian pasar bagi hasil pertanian masyarakat. Salah satunya dengan menugaskan BUMD sebagai offtaker yang menampung produksi jagung petani.
“ Sering kali program gagal karena produksinya ada, tetapi pasarnya tidak terjamin. Karena itu kita pastikan hasil jagung masyarakat nantinya dapat ditampung, ” ujarnya.
Camat Batang Angkola Halimahtussakdiah mengapresiasi kehadiran Bupati dalam kegiatan BKMT tersebut.
Ia menyebut Gus Irawan telah tiga bulan berturut-turut hadir di tengah masyarakat Batang Angkola melalui kegiatan pengajian.
“ Selama tiga bulan berturut-turut Bapak selalu hadir di Kecamatan Batang Angkola di tengah-tengah masyarakat. Kami merasa bangga dan berterima kasih atas perhatian Bapak, ” ujarnya.
Lihat Juga : 1.700 Km, Satu Pesan : Selamatkan Orangutan Tapanuli
” Pihak Kecamatan telah berkoordinasi dengan Bank Sumut untuk menyosialisasikan akses pembiayaan kepada masyarakat melalui kegiatan pengajian di Desa dan Kelurahan, ” katanya
Pengajian Akbar Bulanan BKMT tersebut juga diisi tausiah keagamaan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat serta menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan turut dihadiri Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Abadi Siregar, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok Ade Irma Nasution, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Tapsel, Kepala Desa Aek Gunung Abizar Alamsyah Nasution, unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pengurus dan jamaah BKMT Kecamatan Batang Angkola.(Wan)

