Wartalive.co.id – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi dan Forum Konsultasi Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2026, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lt. II Kantor Wali Kota Gunungsitoli. Forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan penanggulangan bencana yang terarah, terpadu, dan sesuai karakteristik wilayah.
Forum dibuka dan dihadiri Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yasökhi Tertulianus Harefa, S.E., M.Si., yang mewakili Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Turut hadir Kepala BPBD Kota Gunungsitoli, Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., beserta jajaran, serta sejumlah perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga : Kebutuhan LPG Jadi Perhatian, Pemko Gunungsitoli Lanjutkan Operasi Pasar Hari Keempat
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa penyusunan Dokumen RPB merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman dalam menentukan kebijakan dan strategi penanggulangan bencana secara sistematis. Cakupannya mulai dari upaya pengurangan risiko, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana.
Forum konsultasi juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan menghimpun masukan. Pembahasan mencakup identifikasi potensi dan risiko bencana, kapasitas daerah, strategi pengurangan risiko, serta langkah penanganan dengan mempertimbangkan kondisi Kota Gunungsitoli.
Pemko Gunungsitoli menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan sinergi lintas perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kolaborasi diperlukan untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif dan responsif, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat,” ujar perwakilan Pemko.
Melalui penyusunan RPB 2026, Pemko Gunungsitoli terus memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana serta meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan semangat “Gunungsitoli Hebat” dalam menghadirkan daerah yang tangguh, aman, dan mampu memberikan perlindungan yang semakin baik.
(Yarman Hulu)

