Monday, October 12, 2026

PPKN UM Tapsel Uji Nalar Pelajar Melalui Cerdas Cermat Akademik

Baca Juga

Wartalive.co.id – Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM-Tapsel) menguji nalar kewarganegaraan pelajar melalui lomba cerdas cermat akademik.

Kegiatan bertema “Menguji Nalar Kewarganegaraan melalui Cerdas Cermat Akademik” itu berlangsung selama dua hari, 26 – 27 Agustus 2026, di Aula UM-Tapsel, Jalan Sutan Mohd. Arief, Padangsidimpuan.

- Advertisement -

Sebanyak 12 tim dari 12 sekolah tingkat SLTA sederajat se Kota Padangsidimpuan ambil bagian dalam kompetisi tersebut dan setiap tim terdiri dari tiga siswa sehingga total peserta mencapai 36 pelajar.

Kompetisi yang menguji kemampuan peserta dalam memahami ilmu kewarganegaraan itu berlangsung dalam tiga tahapan.

Baca Juga : Wabup Tapsel : Jangan Pernah Berhenti Belajar

Pada hari pertama, Rabu (26/8/2026), digelar babak penyisihan untuk menentukan sembilan tim terbaik yang berhak melaju ke semifinal.

Dari sembilan tim tersebut kemudian ditentukan tiga tim terbaik untuk tampil di babak final dan memperebutkan trofi serta uang pembinaan.

Hasil akhir, SMKN 1 Padangsidimpuan berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih SMAS Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan, sedangkan SMAN 6 Padangsidimpuan menempati juara ketiga.

Untuk Juara pertama memperoleh uang pembinaan Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu dan juara ketiga Rp500 ribu, ditambah piagam penghargaan.

Ketua Prodi PPKN FKIP UM-Tapsel, Fajar Padly, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Prodi PPKN FKIP UM-Tapsel dengan Himpunan Mahasiswa Prodi PPKN FKIP UM-Tapsel.

” Lomba cerdas cermat tersebut tidak sekadar menjadi ajang untuk mengukur seberapa luas pengetahuan yang dimiliki peserta, ” ujar Fajar Padly, Jumat (28/8/2026)

Menurutnya, kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan secara tepat, menganalisis persoalan dengan cepat, serta keberanian menyampaikan jawaban berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

“ Inilah karakter akademik yang akan sangat dibutuhkan dalam menghadapi dunia pendidikan tinggi dan dunia profesional, ” katanya.

Fajar juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan rasa ingin tahu dan semangat belajar sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“ Prodi PPKN UM-Tapsel hadir sebagai salah satu pilihan bagi generasi muda yang ingin mengembangkan potensi akademik sekaligus mempersiapkan diri menjadi insan yang kompeten dan berdaya saing, ” tuturnya.

Sebelumnya, pada acara pembukaan, Ketua DPRD Padangsidimpuan Srifitriah Munawaroh Nasution mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut.

Menurutnya, membangun generasi muda yang cerdas, tangkas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah dan bangsa.

“ Melalui perlombaan seperti ini, kita tidak hanya menguji wawasan akademik, tetapi juga mengasah nalar kritis dan pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar tingkat SLTA, ” ujar Srifitrah

Srifitrah juga memberikan apresiasi kepada panitia dan FKIP UM-Tapsel yang dinilai mampu mengangkat tema yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Dekan FKIP UM-Tapsel, Eli Marlina Harahap, menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Padangsidimpuan Srifitriah Munawaroh Nasution yang hadir dalam pembukaan serta Wakil Ketua DPRD Padangsidimpuan Rusidy Nasution yang menghadiri penutupan kegiatan.

Ketua Panitia Ayu Lestari, didampingi Sekretaris Amelia Andien Pertiwi dan Bendahara Rahmad Marwazi, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 12 tim dari 12 sekolah tingkat SLTA sederajat se Kota Padangsidimpuan.

Lihat Juga : Antusiasme Tinggi, PLN UP3 Padangsidimpuan Perpanjang Promo Merdeka Daya hingga 31 Agustus

Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan juga menjadi momentum untuk mengingatkan pelajar agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.

Menurutnya, gadget dan media sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan pelajar. Di satu sisi, teknologi dapat menjadi sumber pengetahuan dan kreativitas, tetapi di sisi lain juga dapat memberikan dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijaksana.

“ Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan satu pesan sederhana, generasi hebat bukanlah generasi yang menjauhi teknologi, tetapi generasi yang mampu menggunakan teknologi dengan cerdas, bijak dan bertanggung jawab,” tuturnya. (Wan)

Warta Terbaru

Turnamen Sepakbola Piala Ketua DPRD Asahan Usia 35+ Tahun 2026 Berakhir, Juara I Kota Kisaran Timur B

Wartalive.co.id, ASAHAN - Turnamen Sepakbola antar Kecamatan 35+ Piala Ketua DPRD Asahan berakhir dan secara resmi ditutup oleh Bupati...

Artikel Menarik Lainnya