Saturday, October 10, 2026

Kader Posyandu Harus Jadi Mata dan Telinga Pemerintah

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan pentingnya memperkuat transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Tak hanya menjalankan enam bidang pelayanan dasar, Gus Irawan mendorong agar konsep tersebut dikembangkan menjadi “Posyandu 6 SPM Plus”, dengan kader sebagai mata, telinga sekaligus penyambung informasi pemerintah dari tingkat masyarakat hingga pemerintah daerah.

- Advertisement -

Hal itu disampaikan Gus Irawan saat menghadiri Evaluasi Posyandu 6 SPM di Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Kamis (24/9/2026).

Menurut Gus Irawan, transformasi Posyandu tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan pelayanan kesehatan, tetapi harus menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan pelayanan dasar.

Baca Juga: Zakat Produktif, Baznas Tapsel Bidik Petani Mandiri

Enam bidang SPM tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), dan sosial.

“ Desa Bulu Mario ini luar biasa kekerabatannya. Saya berharap kegiatan ini bukan sekadar untuk mengejar juara, tetapi bagaimana Posyandu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, ” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan menilai kader Posyandu memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kader diharapkan mampu mendengar persoalan warga, mencatat kebutuhan, menyampaikan informasi secara berjenjang, hingga memastikan persoalan tersebut mendapat tindak lanjut.

“ Jadikan wajahmu sebagai mata dan telinga kami di pemerintahan, bahkan sebagai penyambung lidah kami, ” pesan Gus Irawan kepada para kader.

Ia juga mengingatkan agar kader tidak bekerja sendiri. Perangkat daerah diminta memberikan dukungan dan merespons informasi yang dihimpun dari masyarakat.

“ Jangan sampai kader lebih semangat daripada kita. Mohon betul-betul dijalankan enam SPM ini, ” tegasnya.

Gus Irawan kemudian menggagas pengembangan konsep 6 SPM Plus di Kabupaten Tapsel.

Menurutnya, kondisi dan tantangan masyarakat membutuhkan penguatan pelayanan yang lebih luas, termasuk dalam menghadapi persoalan narkoba, judi online, rentenir, kemiskinan, pengangguran hingga optimalisasi lahan produktif.

“ Kalau boleh, di Tapsel tidak cukup 6 SPM. Kita bikin 6 SPM Plus, ” katanya.

Melalui konsep tersebut, kader diharapkan dapat membantu pemerintah mendeteksi berbagai persoalan sejak dari tingkat desa.

Informasi yang diperoleh kemudian disampaikan melalui mekanisme yang terstruktur agar pemerintah dapat menentukan langkah berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Bupati juga menekankan pentingnya data yang dihimpun melalui Posyandu sebagai dasar dalam penyusunan program pemerintah.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat yang ditemukan kader harus disampaikan secara berjenjang mulai dari desa, kecamatan hingga Kabupaten.

Selanjutnya, informasi tersebut dapat menjadi bahan dalam proses perencanaan pembangunan dan penganggaran.

“ Tidak boleh sesuatu yang tidak kita programkan kemudian kita kerjakan. Data harus kita pelihara dengan baik, ” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Gus Irawan menegaskan tidak boleh ada anak di Tapsel yang putus sekolah. Sementara di bidang kesehatan, ia menyebut Tapsel telah mencapai Universal Health Coverage (UHC).

“ Tidak boleh ada yang tidak terlayani. Kita sudah full UHC, semua harus dilayani, ” tegasnya.

” Saya meminta fasilitas kesehatan tingkat desa, termasuk Pustu, dipastikan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, ” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu menjelaskan, Pemkab Tapsel telah menyusun Buku Panduan Pelaksanaan Posyandu 6 SPM Kabupaten Tapsel Tahun 2026.

Panduan tersebut disusun berdasarkan hasil pembelajaran di lapangan agar penerapan Posyandu 6 SPM dapat dilakukan secara sederhana dan seragam di seluruh Tapsel.

Saat ini, Tapsel memiliki 535 Posyandu yang tersebar di 212 Desa dan 36 Kelurahan.

Murni menjelaskan, pola lima kader dan lima meja yang selama ini berjalan tetap dipertahankan, kemudian enam bidang SPM diintegrasikan ke dalam alur pelayanan.

Meja pertama digunakan untuk pendaftaran dan identifikasi awal. Meja kedua fokus pada pelayanan dan pengukuran kesehatan. Meja ketiga menjadi titik untuk menggali dan mencatat kebutuhan masyarakat pada lima bidang SPM nonkesehatan.

Selanjutnya, meja keempat memberikan edukasi dan arahan berdasarkan SPM serta informasi dari perangkat daerah terkait dan meja kelima melakukan rekapitulasi sekaligus memastikan temuan dapat diteruskan untuk ditindaklanjuti.

“ Yang kami bangun bukan hanya kegiatan Posyandu, tetapi sebuah sistem kerja yang dapat dilaksanakan secara seragam dari desa sampai kabupaten, ” jelas Murni.

Menurutnya, kekuatan utama konsep tersebut berada pada mekanisme tindak lanjut. Persoalan yang dapat diselesaikan di desa ditangani di tingkat desa. Jika belum selesai, diteruskan ke Kecamatan dan selanjutnya ke Kabupaten atau perangkat daerah yang memiliki kewenangan.

“ Prinsip yang dibangun adalah data tidak berhenti di Posyandu, tetapi bergerak sampai kepada pihak yang berwenang untuk menindaklanjuti, ” ujarnya.

Dengan pengembangan konsep 6 SPM Plus, Posyandu di Tapsel diarahkan tidak sekadar menjadi tempat pelayanan, tetapi menjadi simpul informasi masyarakat.

” Kader diharapkan mampu menemukan persoalan sejak dini, menyampaikan data secara berjenjang, dan memastikan kebutuhan masyarakat tersambung dengan pemerintah yang memiliki kewenangan untuk menanganinya, ” pungkasnya.

Lihat Juga: Gebyar Penutupan PKKMB IKH, Rektor dan Yayasan Larut Bersama 1.300 Mahasiswa Bareng Aldi Taher

Sementara, Ketua Tim Pembina Posyandu Desa Bulu Mario Ny. Nisrawati Holil Aris Ritonga menjelaskan, Desa Bulu Mario menjadi salah satu lokasi percontohan penerapan Posyandu 6 SPM karena merupakan desa binaan.

Ia juga memaparkan sejumlah inovasi yang telah dilakukan diantaranya di bidang pendidikan, terdapat PAUD Satu Hati, pojok literasi digital, Duta Literasi Remaja dan Nonton Bareng.

Di bidang kesehatan, terdapat inovasi Posyandu Serasa Pesta, apresiasi bagi peserta aktif, paket bahagia bagi ibu hamil, simulasi pengolahan makanan sehat, pemeriksaan kesehatan kader hingga kunjungan rumah bagi sasaran yang tidak hadir.

Sementara pada bidang perumahan dan lingkungan dilakukan edukasi rumah sehat dan layak huni, pendataan rumah tidak layak huni, kebersihan lingkungan serta pemanfaatan pekarangan pangan bergizi.

Pada bidang Trantibum Linmas dilakukan edukasi rawan bencana, penguatan Poskamling dan penyediaan pojok konsultasi hukum.

Sedangkan di bidang sosial dilakukan pendataan keluarga rentan serta sosialisasi terkait data dan bantuan sosial.

Ketua Tim Evaluasi Posyandu Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Sori Muda Siregar, yang membacakan sambutan Ketua Tim Pembina Posyandu Provsu Ny. Kahiyang Ayu Bobby Afif Nasution, menyampaikan, evaluasi lapangan merupakan lanjutan dari penilaian dokumen laporan Posyandu 6 SPM Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan.

Menurutnya, evaluasi bukan semata-mata untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ruang evaluasi, pembinaan dan motivasi untuk melihat sejauh mana integrasi pelayanan dasar telah berjalan di tingkat Desa dan Kelurahan.

“ Momentum ini adalah ruang evaluasi, pembinaan dan motivasi bagi kita semua untuk melihat sejauh mana kualitas integrasi layanan publik dasar telah berjalan di tingkat desa dan kelurahan, ” pesan Ny. Kahiyang Ayu yang dibacakan Sori Muda.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan laporan Posyandu 6 SPM kepada Tim Evaluasi, ekspos pelaksanaan Posyandu 6 SPM Desa Bulu Mario, penayangan video profil desa serta penampilan yel-yel oleh ibu-ibu Desa Bulu Mario.(Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya