Sunday, October 11, 2026

Zakat Produktif, Baznas Tapsel Bidik Petani Mandiri

Baca Juga

Wartalive.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program zakat produktif.

Kali ini, Baznas Tapsel memperluas kolaborasi tripartit dengan menyasar petani jagung manis, semangka dan melon di kawasan Sitampa Simatoras, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel.

- Advertisement -

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama tiga pihak (tripartite agreement) sekaligus penyerahan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) kepada kelompok tani binaan Baznas Tapsel, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Gebyar Penutupan PKKMB IKH, Rektor dan Yayasan Larut Bersama 1.300 Mahasiswa Bareng Aldi Taher

Kolaborasi tripartit tersebut melibatkan tiga unsur utama dalam ekosistem pertanian, yakni Baznas Tapsel sebagai penyedia modal usaha, petani binaan sebagai pengelola lahan, serta pihak pengepul atau offtaker sebagai penjamin penyerapan hasil panen.

Penyerahan bantuan dilakukan Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, didampingi Wakil Ketua II Asep Safaat Siregar, Wakil Ketua III Tua Pardamuan Harahap, serta staf pelaksana Wahyu Parondingan Siregar dan Dimas Daarul.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa bibit unggul, dolomit super, pupuk, serta paket pestisida dan insektisida yang disesuaikan dengan kebutuhan teknis lahan.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sembilan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Binaan Baznas Tapsel di kawasan Sitampa Simatoras.

Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu mengatakan, program tersebut ditargetkan menjadi proyek percontohan (pilot project) pengembangan pertanian berbasis dana zakat di Tapsel.

“ Program ini harus berhasil agar bisa menjadi pilot project di masa mendatang. Kami ingin memastikan zakat produktif bekerja secara optimal, ” ujar Jon Sujani.

Ia menambahkan, lewat pemanfaatan lahan secara maksimal dan kepastian pasar melalui rantai pasok Tripartit.

” Kita optimis mampu mengentaskan kemiskinan dan mengubah status petani mustahik menjadi muzakki, ” katanya.

Menurutnya, pola tersebut tidak hanya memberikan bantuan kepada petani, tetapi juga membangun sistem usaha yang memiliki dukungan permodalan, pendampingan dan kepastian pasar.

Lihat Juga: Rektor IKH Bekali 1.300 Mahasiswa Baru Hadapi Disrupsi AI dengan Konsep 3C Alfalah

Kawasan Sitampa Simatoras dipilih sebagai salah satu pusat pengembangan karena dinilai memiliki kondisi tanah dan agroklimat yang mendukung untuk budidaya jagung manis, semangka dan melon.

Hasil produksi kelompok tani binaan tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kabupaten Tapsel dan Kota Padangsidimpuan.

Selain itu, pemasaran juga diarahkan hingga Kota Sibolga dan pasar di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Baznas Tapsel dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana di wilayah Tapsel.

Melalui integrasi permodalan, pendampingan teknis dan kepastian offtaker, Baznas Tapsel berharap kolaborasi tripartit tersebut dapat dikembangkan dan direplikasi di sejumlah wilayah lain yang memiliki potensi pertanian.

” Dengan demikian, zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi diarahkan menjadi modal produktif yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani hingga pada akhirnya mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki, ” tegasnya. (Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya